Samarinda

Kaltim Punya 3 Poros Budaya, Dipertunjukkan dalam East Borneo International Folklore Festival 

379
×

Kaltim Punya 3 Poros Budaya, Dipertunjukkan dalam East Borneo International Folklore Festival 

Sebarkan artikel ini
EVENT INTERNASIONAL - Event East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2024 yang diselenggarakan di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur suguhkan tiga poros budaya. (HO/Pemprov Kaltim)

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Event East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2024 yang diselenggarakan di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur suguhkan tiga poros budaya. 

Sekda Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, menyatakan, bagi Kalimantan Timur memiliki kekayaan tiga poros budaya, yakni: 

  • Budaya Kesultanan;
  • Budaya pesisir;
  • dan budaya pendalaman.

Dia katakan, kirab budaya East Borneo International Folklore Festival sebagai awal dimulainya rangkaian event pariwisata Internasional yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tahun ini.

Sekda Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni menjelaskan, sebelum Kirab Budaya, para peserta EBIFF 2024 telah diterima jamuan makan malam bersama di Pendopo Odah Etam, Kamis 25 Juli 2024.

Menurut Sri Wahyuni, ajang EBIFF bukan hanya mengenalkan potensi daerah bermotto Membangun Kaltim untuk Nusantara, tapi juga dari Kaltim untuk dunia.

“Yang pastinya, momentum kegiatan ini bukan hanya mengangkat Kaltim untuk Nusantara. Tapi, juga berperan untuk dunia,” ucap Sri Wahyuni usai menyaksikan Kirab Budaya EBIFF 2024, di Halaman Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada Samarinda, Jumat 26 Juli 2024.

Bagi Sri, event EBIFF yang dimulai puncaknya Jumat malam ini, diyakini berdampak besar untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Artinya, kedatangan para peserta dan pengunjung di event ini akan berdampak positif bagi daerah. Seperti transportasi, akomodasi, kuliner dan souvenir.

“Sebab, peserta menginap di sejumlah hotel di Samarinda,” katanya.

Setiap seni pertunjukan dengan mendatangkan peserta dari luar, pasti membawa dampak ekonomi sub sektor ikutannya.

“Karena, tidak mungkin bergerak sendiri,” jelasnya.

Bahkan Kirab Budaya, lanjutnya, penonton yang menyaksikan luar biasa banyak dan pasti membeli makan dan minum.

“Dengan begitu, ini bagian dari pengembangan ekonomi,” ujarnya.

Sekda Sri Wahyuni pun menyebutkan Kaltim memiliki tiga poros budaya. Mulai budaya Kesultanan, pesisir dan pedalaman.

Baca Juga:   Presiden Jokowi hingga 6 Juni di Ibu Kota Nusantara Kaltim dan Menjawab Semua Pertanyaan  

Karenanya, Pemprov Kaltim bersyukur, sebab melalui Kirab Budaya maka tiga poros budaya sudah ditampilkan. (*)