Balikpapan

Akmal Malik Bahas Dampak Ibu Kota Nusantara Bagi Kaltim pada Malam Apresiasi Emiten di Balikpapan

321
×

Akmal Malik Bahas Dampak Ibu Kota Nusantara Bagi Kaltim pada Malam Apresiasi Emiten di Balikpapan

Sebarkan artikel ini
IKN BAGI KALTIM - Pj Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik dalam kesempatannya membahas dampak Ibu Kota Nusantara bagi Kalimantan Timur pada Malam Apresiasi Emiten di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Jumat (26/7/2024).  (HO/Pemprov Kaltim)

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Pj Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik dalam kesempatannya membahas dampak Ibu Kota Nusantara bagi Kalimantan Timur pada Malam Apresiasi Emiten di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.  

Membangun Ibu Kota Nusantara atau IKN Nusantara perlu waktu dan dilakukan secara terencana dan bertahap.

“Tapi pemikiran sebagian orang, IKN itu akan jadi seperti David Copperfield melakukan sulapnya,” ungkap Penjabat Gubernur Kaltim Akmal Malik pada Malam Apresiasi Emiten 2024 di Ballroom Borneo Hotel Novotel Balikpapan, Jumat 26 Juli 2024.

Pemikiran masyarakat itu muncul, menurut dia, tidak lain sebab ekspektasi yang terlalu berlebihan akan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur. 

Efek dari membayangkan yang berlebihan dan melihat fakta yang ada, maka akan memicu kekecewaan.

“Inilah harapan kami, bagaimana teman-teman media bisa melakukan kanalisasi munculnya over ekspektasi ini,” ungkapnya.

Sekaligus mengedukasi masyarakat dan menyampaikan kondisi sebagaimana yang ada.

“Tanpa berlebihan. Agar masyarakat paham yang sebenarnya,” harapnya.

Menurut Akmal Malik, Kalimantan Timur yang di dalamnya tetdapat lima daerah bersentuhan langsung dengan Ibu Kota Negara baru Republik Indonesia adalah mitra strategis Ibu Kota Nusantara.

“Kami terus meyakinkan semua pihak bahwa IKN itu adalah masa depan bangsa Indonesia,” tegasnya.

Buktinya, Kalimantan Timur dalam dua tahun terakhir ini sering mendapat event-event nasional bahkan internasional.

Kunjungan ke Kalimantan Timur semakin meningkat dan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur mencapai 6,22 persen,.

Bahkan triwulan pertama tahun ini sudah mencapai 7,21persen, meski 34 persen disumbang pembangunan infrastruktur yang masif.

“Kaltim terus belajar menjadi daerah penyangga IKN. Kalimantan Timur akan menjadi instrumen mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tandasnya. (*)