Balikpapan

Walikota Rahmad Mas’ud Tuding Kemacetan Balikpapan karena Ibu Kota Nusantara

283
×

Walikota Rahmad Mas’ud Tuding Kemacetan Balikpapan karena Ibu Kota Nusantara

Sebarkan artikel ini
JALAN BALIKPAPAN MACET - Arus lalu-lintas macet di daerah dekat RSUD Kanujoso Djatiwibowo Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Senin (19/8/2024). Sejak adanya Ibu Kota Nusantara, telah banyak pendatang dari luar Kota Balikpapan. Pendatang yang naik membuat Kota Balikpapan kena imbas, terjadi kepadatan pada arus lalu-lintas. (Titiknol.id)

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Walikota Balikpapan, Rahmad Mas’ud berpendapat soal hadirnya Ibu Kota Nusantara di Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, Senin (18/8/2024).

Katanya, ada dampak yang ditimbulkan bagi Kota Balikpapan yang notabene sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara. 

Dia menilai, hadirnya Ibu Kota Nusantara membawa perubahan, memberi dampak kerugian atau mudharat bagi Kota Balikpapan. 

Secara gamblang, Rahmad Mas’ud menjabarkan, dampak negatif yang dirasakan Kota Balikpapan yakni terjadi fenomena kepadatan arus lalu-lintas di beberapa titik Kota Balikpapan.

Sejak adanya Ibu Kota Nusantara, telah banyak pendatang dari luar Kota Balikpapan. Pendatang yang naik membuat Kota Balikpapan kena imbas, terjadi kepadatan pada arus lalu-lintas. 

“Itu risiko suatu kota. Karena kalau suatu kota itu ramai, padat, berarti kota itu perekonomiannya baik,” beber Rahmad Mas’ud.

“Kalau enggak ada perekonomian, orang enggak ada datang, berarti ekonomi enggak tumbuh,” tuturnya.

Kota Balikpapan merujuk jadi kota penyangga Ibu Kota Nusantara, tentu saja Kota Balikpapan terus berbenah dari sisi infrastruktur.

Bagaimana pemerintah bertanggungjawab dalam mewujudkan kota yang maju.

Dengan memperbaiki akses jalan di Kota Balikpapan. Seperti pelebaran Jalan Mukmin Faisal, Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan.

Kemudian jalan di depan Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Kecamatan Balikpapan Timur yang akan ditembuskan menuju km 23 Balikpapan Utara. (*)