Samarinda

Juara Satu MTQN dari Kaltim Diberi Hadiah Haji, Para Finalis Diberikan Umroh 

211
×

Juara Satu MTQN dari Kaltim Diberi Hadiah Haji, Para Finalis Diberikan Umroh 

Sebarkan artikel ini
EVENT MTQN XXX - Gelaran Musabaqah Tilawatil Quran Nasional ke-30 cabang Tafsir Quran telah memasuki hari ketiga pada babak penyisihan. Cabang lomba yang diselenggarakan di Gedung Inspektorat Jalan Kadrie Onieng, Kota Samarinda, Kalimantan Timur diikuti sebanyak delapan peserta yang tampil memukau pada Rabu (11/9/2024). (HO/Pemprov Kaltim)

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik menjelaskan, saat ini Pemprov Kaltim bersama panitia Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an sedang mempersiapkan keberangkatan haji plus untuk 24 orang kafilah Kaltim yang memproleh juara 1 pada MTQN XXX 2024 lalu.

Keberangkatan haji tersebut akan diselenggarakan pada musim hajji tahun 2025. 

“Kalau untuk bonus MTQN sudah kita siapkan. Bonusnya naik haji untuk 24 orang, semuanya kafilah Kaltim. Panitia LPTQ sudah bicara ke bu Sekda (Sri Wahyuni) dan sudah dialokasikan anggaran hadiahnya di hibah LPTQ,” singkat Akmal Malik.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim sekaligus Ketua Umum LPTQ Kaltim periode 2024-2029, Sri Wahyuni mengatakan untuk bonus uang pembinaan senilai Rp100 juta dari Pemda Kaltim telah diserahkan langsung oleh Pj Akmal Malik kepada para kafilah Kaltim peraih Juara 1 MTQN ke 30.

“Saat ini tinggal pemberian bonus berupa haji dan umrah kepada para kafilah Kaltim juara 1 di berbagai cabang MTQ,” jelasnya.

Menurut Sri Wahyuni bonus tambahan ini sebagai apresiasi dan reward kepada kafilah Kaltim yang berhasil mengharumkan nama daerah, sebagai juara umum MTQN XXX di Samarinda.

“Haji plus diberikan kepada juara satu. Sedangkan umrah seluruh finalis MTQN kafilah Kaltim,” ungkapnya 

Keberangkatan haji plus dan umrah para kafilah ini direncanakan tahun depan dengan rincian 24 orang penerima haji plus.

“Kalau umrah tahun depan. Sedangkan haji plus mulai didaftarkan tahun depan. Karena haji plus ini tidak semerta-merta tapi bertahap,” ungkap Sri Wahyuni. (*)