Penajam

PPU Fokus Susun Rencana Aksi Daerah Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan

504
×

PPU Fokus Susun Rencana Aksi Daerah Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar Konsultasi Publik Rencana Aksi Daerah (RAD) Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan di Hotel Ika Petung, Jumat (22/11/2024).

Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Dinas Pertanian PPU, Andi Muhammad Rusdi, mengungkapkan bahwa penyusunan RAD untuk perkebunan kelapa sawit di Kabupaten PPU saat ini sedang berlangsung dan ditargetkan rampung tahun ini.

“Alhamdulillah, Kabupaten PPU saat ini sedang dalam proses penyusunan RAD. Insyaallah, penyelesaiannya akan tercapai pada tahun ini,” ujar Andi.

Andi menyebutkan, rancangan program ini sering menjadi pertanyaan terkait progres di tiap kabupaten/kota.

Bahkan, beberapa daerah di Kalimantan Timur, seperti Balikpapan dan Mahakam Ulu, belum memulai penyusunan RAD tersebut.

“Penyusunan RAD ini penting sebagai bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2019. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pekebun, menyelesaikan legalisasi lahan, memanfaatkan kelapa sawit sebagai energi terbarukan, serta mempercepat tercapainya perkebunan kelapa sawit berkelanjutan,” jelasnya.

Andi menambahkan, rencana ini akan menjadi bagian dari Strategi dan Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan (SANAS KSB) 2025-2029.

Hal ini dilakukan karena kelapa sawit merupakan komoditas strategis yang memiliki kontribusi besar terhadap penerimaan devisa negara.

“Kelapa sawit adalah penyumbang terbesar ekspor nonmigas dan mendominasi pangsa pasar minyak sawit dunia. Kami berharap keberlanjutan komoditas ini dapat menjadikannya unggulan di PPU,” tambahnya.

Sebagai bahan baku utama minyak sawit, kelapa sawit juga memiliki peran penting dalam menopang perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Harapannya, harga kelapa sawit bisa naik signifikan sehingga membantu meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat secara umum,” tuturnya.

Melalui rencana aksi daerah ini, pemerintah berupaya membangun industri kelapa sawit yang berkelanjutan dengan tetap menjaga keseimbangan antara ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan.(TN01)