TITIKNOL.ID, UJOH BILANG – Kali ini Kampung Batoq Kelo di Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur teraliri listrik dari sumber sinar surya pada Kamis (27/2/2025).
Hal ini ditandai dengan perayaan Riyal Adat Padi Baru (Makan Batoq) dan Panen Raya (Sangkal Hompong) yang digelar di Lamin Adat Kampung Batoq Kelo, Mahakam Ulu.
Kegiatan ini menjadi simbol keberlanjutan ketahanan pangan sekaligus momentum penting bagi pembangunan infrastruktur energi di daerah tersebut dengan peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Kampung Batoq Kelo, Kecamatan Long Bagun.
Asisten 1 Pemerintah Kabupaten Mahulu, Agustinus Teguh Santoso, menegaskan bahwa keberadaan PLTS harus dijaga agar tetap memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Banyak kampung yang mendapat PLTS, tapi akhirnya tidak berfungsi karena kurangnya pemeliharaan. Seperti di Long Pahangai, dulu ada peresmian PLTS, setahun dua tahun bagus, tetapi tahun ketiga, mulai rusak di sana-sini,” katanya.
Ia mengingatkan, pentingnya perawatan PLTS agar tidak mengalami nasib serupa.
Salah satu ancaman utama bagi keberlangsungan infrastruktur ini adalah gangguan dari aktivitas anak-anak maupun faktor lingkungan sekitar.
“Kita mana tahu, entah kabel atau apa, kadang-kadang anak-anak ini suka main, kita tidak tahu, suka dicabuti atau apa. Melempar batu atau apa kena panelnya, sehingga akan menimbulkan kerusakan,” ucapnya.
Tujuan PLTS Harus Dijaga
Oleh karena itu, Agustinus Teguh Santoso, meminta masyarakat untuk aktif menjaga dan melakukan pemeliharaan rutin agar PLTS dapat terus berfungsi dengan baik dalam jangka panjang.
“Tolong maintenance atau pemeliharaan itu diperhatikan. Jika tidak ada perawatan, akhirnya banyak terjadi kerusakan dan kita kehilangan manfaat besar dari energi terbarukan ini,” tambahnya.
Ia berharap peresmian PLTS di Kampung Batoq Kelo dapat menjadi contoh keberhasilan pengelolaan energi bersih di Mahakam Ulu.
Sehingga dapat terus dinikmati oleh masyarakat secara berkelanjutan.
“PLTS yang nanti akan kita resmikan ini harus tetap awet, tetap terpelihara, dan terus bisa dinikmati oleh masyarakat Kampung Batoq Kelo,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa akses listrik yang andal akan memberikan manfaat besar bagi berbagai sektor kehidupan masyarakat.
“Saya berharap kebutuhan listrik masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih baik, terutama untuk mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan, serta kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Ia mengakui bahwa keterbatasan akses listrik di daerah terpencil masih menjadi tantangan yang harus diatasi.
Oleh karena itu, solusi berbasis energi terbarukan seperti PLTS menjadi langkah inovatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Sebagaimana kita ketahui, akses listrik yang jauh dari pusat ibu kota masih menjadi tantangan tersendiri.
Oleh karena itu, kehadiran PLTS ini merupakan solusi inovatif yang meningkatkan taraf hidup masyarakat, sekaligus menjaga pelestarian lingkungan,” sebutnya.
Selain manfaat sosial dan ekonomi, PLTS juga sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan di Mahulu.
Dengan menggunakan energi matahari, sistem ini mampu menyediakan listrik tanpa merusak lingkungan.
“Energi surya adalah energi bersih yang tidak mencemari udara dan tidak menghasilkan emisi karbon, sehingga sejalan dengan upaya kita untuk menjaga keseimbangan alam di Kabupaten Mahulu,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen Pemkab Mahulu untuk memastikan seluruh kampung memiliki akses listrik yang layak.
Dengan adanya PLTS, masyarakat Kampung Batoq Kelo diharapkan semakin produktif dan anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman.
“Dengan hadirnya PLTS ini, saya berharap masyarakat Kampung Batoq Kelo dapat lebih produktif. Anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman dengan aliran listrik yang tentunya sudah didistribusikan ke semua rumah, sudah bisa dinikmati baik siang maupun malam,” ujarnya.
Dengan peresmian PLTS ini, diharapkan Mahulu semakin maju dalam pemenuhan kebutuhan energi, sekaligus menjadi contoh dalam penerapan energi bersih di wilayah terpencil. (*)












