Samarinda

Pemprov Kaltim Kaji Pengembangan Wilayah Sekitar Ibu Kota Nusantara, Bisa Pasok di 3 Sektor

507
×

Pemprov Kaltim Kaji Pengembangan Wilayah Sekitar Ibu Kota Nusantara, Bisa Pasok di 3 Sektor

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus melakukan kajian pengembangan wilayah sekitar Ibu Kota Nusantara atau IKN Nusantara. (HO/Pemprov Kaltim)

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Melibatkan German Agency for International Cooperation (GIZ) atau Badan Kerja Sama Internasional Jerman, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus melakukan kajian pengembangan wilayah sekitar Ibu Kota Nusantara atau IKN Nusantara.

“Kajian ini outputnya menjadi milestone (peta jalan) dengan indikasi program,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni saat Kajian Potensi Pangan, Energi dan Jasa Wisata dari Zona Penyangga untuk Ibu Kota Nusantara di Ruang Rapat Kersik Luway Kantor Gubernur Kaltim, Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada Selasa 23 Juli 2024.

Diakuinya, sesuai rencana awal kajian adalah tampilnya green design apa saja yang bisa dikembangkan bagi daerah-daerah sekitar Ibu Kota Nusantara.

Selain untuk mencukupi kebutuhan Kaltim sendiri, menurut Sekda, kawasan sekitar Ibu Kota Nusantara bisa memasok bagi kebutuhan warga ibu kota negara baru Republik Indonesia itu.

“Terutama tiga sektor, yakni pangan, energi dan pariwisata,” jelasnya.

Green design pengembangan kawasan sekitar Ibu Kota Nusantara, lanjutnya, bisa menjadi atensi bagi Otorita IKN dan kementerian/lembaga terkait.

Bahkan informasi lengkap tim GIZ, tambahnya, bisa memperkaya dan memperkuat Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Kalimantan Timur. 

“Kami ingin masukan dan saran dari perangkat daerah hari ini bisa melengkapi data kajian pihak GIZ untuk kedepannya,” harapnya.

Sekda Sri juga meminta kajian diperluas tidak hanya kawasan sekitar IKN ( wilayah masuk 130 Km dari titik nol IKN), tetapi meliputi 10 kabupaten dan kota.

“Sebab kalau kita bicara Kaltim, maka 10 kabupaten dan kota didalamnya. Termasuk Mahakam Ulu yang jauh wilayahnya, pasti ada kontribusinya untuk IKN,” ungkapnya.

Manager GIZ IKI-JET Kaltim Ade Cahyat mempresentasikan kajian yang telah dilakukan pihaknya dalam bidang energi, pangan dan pariwisata untuk kawasan sekitar IKN.

Baca Juga:   Warga di Samarinda Kaltim Sulit Dapat Gas 3 Kg, Diduga Faktor Hari Raya Idul Adha

“Kajian bertujuan melihat peluang kawasan sekitaran memasok 10 produk pangan, energi (listrik dan gas), serta jasa wisata bagi IKN,” ujarnya. (*)