Balikpapan

Polisi akan Tindak Pelaku Tawuran Perang Sarung di Balikpapan, Orangtua Harus Ikut Awasi

492
×

Polisi akan Tindak Pelaku Tawuran Perang Sarung di Balikpapan, Orangtua Harus Ikut Awasi

Sebarkan artikel ini
PERANG SARUNG DILARANG - Ilustrasi edukasi kepada anak-anak untuk tertib dan tidak rusuh membuat aksi tawuran perang sarung. Aksi perang sarung di Balikpapan, Kalimantan Timur dilarang, tidak boleh dilakukan karena mengganggu keamanan dan ketertiban serta merugikan diri sendiri dan orang lain. Perang sarung dilarang, polisi akan tindak jika ada yang nekat melakukan. (Meta Ai)

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Setiap bulan Ramadhan, biasanya ada aktivitas yang dianggap menimbulkan kegaduhan, berujung pada tindakan yang negatif. Satu di antaranya perang sarung yang dominan dilakukan oleh anak-anak di Balikpapan, Kalimantan Timur. 

Aksi tersebut dilarang, tidak boleh dilakukan karena mengganggu keamanan dan ketertiban serta merugikan diri sendiri dan orang lain. Perang sarung dilarang, polisi akan tindak jika ada yang nekat melakukan. 

Hal ini ditegaskan oleh Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Anton Firmanto yang dikutip Titiknol.id pada pada Senin (3/3/2025).

Menurut Anton Firmanto, sebaiknya bulan Ramadhan diisi dengan hal-hal yang positif, belajar mengaji, mengikat tali silaturhami serta memperdalam nilai ibadah, baik di rumah maupun masjid dan musholah. 

Ia menegaskan agar tradisi yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, seperti perang sarung untuk tidak dilakukan.

“Perang sarung itu berbahaya, dan mudah-mudahan tidak terjadi di wilayah Kota Balikpapan di Ramadhan kali ini,” beber Kombes Pol Anton Firmanto.

Kapolresta juga mengingatkan pentingnya peran aktif orang tua dalam mengawasi anak-anak, terutama selama libur Ramadhan.

Dengan pengawasan yang ketat tentu saja waktu libur bisa dimanfaatkan untuk aktivitas yang lebih positif dan mendidik.

“Orang tua harus berperan aktif mengawasi anak-anaknya, terutama di waktu libur bulan Ramadhan. Kita berharap liburan ini bisa dimanfaatkan dengan kegiatan yang bermanfaat,” tuturnya.

Selain peran keluarga, Anton Firmanto juga menekankan perlunya peningkatan kewaspadaan di lingkungan warga. Menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan bukan saja tanggungjawab penuh, perlu ada peran serta dari seluruh masyarakat. 

“Buat lagi pos kamling, diaktifkan, ada rutintias jaga keamanan malam bersama-sama,” kata Anton. (*)