Balikpapan

4 Aksi Kriminal yang Rawan Terjadi di Balikpapan Kala Ramadhan, Polisi Imbau Siskamling

482
×

4 Aksi Kriminal yang Rawan Terjadi di Balikpapan Kala Ramadhan, Polisi Imbau Siskamling

Sebarkan artikel ini
JAGA KEAMANAN BERSAMA - Ilustrasi warga melakukan siskamling, menjaga keamanan lingkungan RT setempat. Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Anton Firmanto menegaskan, masyarakat di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur saat malam Ramadhan harus rutin juga melakukan kegiatan siskamling, Senin (3/3/2025). Hal ini perlu dilakukan demi menjaga keamanan dan lingkungan RT setempat. (Meta Ai)

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Saat Ramadhan di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur rawan terjadi aksi 4 tindakan kriminal yang berujung pada kerugian bagi masyarakat, hilangnya ketertiban dan keamanan warga.  

Masyarakat di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur saat malam Ramadhan harus rutin juga melakukan kegiatan siskamling, menjaga keamanan dan lingkungan RT setempat. 

Demikian diutarakan oleh Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Anton Firmanto yang dikutip Titiknol.id pada pada Senin (3/3/2025) pagi.

Ia mengimbau agar Pos Kamling di tiap kompleks dan RT lebih diaktifkan untuk menjaga keamanan wilayah masing-masing.

Kata Anton Firmanto, jadikan lingkunganmu bebas dari bahaya kriminalitas, tindak pidana, atau penyakit masyarakat. 

“Kerja sama dan kewaspadaan kita bersama sangat penting untuk menciptakan suasana Ramadhan yang aman dan damai,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diimbau segera melapor ke call center 110 apabila menemukan atau memiliki informasi terkait gangguan ketertiban dan keamanan masyarakat (Kamtibmas).

Biasanya saat Ramadhan itu rawan terjadi di Balikpapan seperti aksi kriminal berikut ini:

  • Perang sarung;
  • Balapan liar;
  • Tawuran;
  • Pencurian rumah
  • atau aksi berbahaya lainnya.

Dengan kebersamaan dan pengawasan yang baik, diharapkan Ramadhan di Balikpapan bisa berjalan dengan aman, nyaman, dan penuh kedamaian.

Orangtua Harus Waspada Perang Sarung

Setiap bulan Ramadhan, biasanya ada aktivitas yang dianggap menimbulkan kegaduhan, berujung pada tindakan yang negatif. Satu di antaranya perang sarung yang dominan dilakukan oleh anak-anak di Balikpapan, Kalimantan Timur. 

Aksi tersebut dilarang, tidak boleh dilakukan karena mengganggu keamanan dan ketertiban serta merugikan diri sendiri dan orang lain. Perang sarung dilarang, polisi akan tindak jika ada yang nekat melakukan. 

Hal ini ditegaskan oleh Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Anton Firmanto yang dikutip Titiknol.id pada pada Senin (3/3/2025).

Baca Juga:   3 Manfaat dari Lahan Bekas Tambang di Kalimantan Timur versi DLH Kaltim

Menurut Anton Firmanto, sebaiknya bulan Ramadhan diisi dengan hal-hal yang positif, belajar mengaji, mengikat tali silaturhami serta memperdalam nilai ibadah, baik di rumah maupun masjid dan musholah. 

Ia menegaskan agar tradisi yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, seperti perang sarung untuk tidak dilakukan.

“Perang sarung itu berbahaya, dan mudah-mudahan tidak terjadi di wilayah Kota Balikpapan di Ramadhan kali ini,” beber Kombes Pol Anton Firmanto.

Kapolresta juga mengingatkan pentingnya peran aktif orang tua dalam mengawasi anak-anak, terutama selama libur Ramadhan.

Dengan pengawasan yang ketat tentu saja waktu libur bisa dimanfaatkan untuk aktivitas yang lebih positif dan mendidik.

“Orang tua harus berperan aktif mengawasi anak-anaknya, terutama di waktu libur bulan Ramadhan. Kita berharap liburan ini bisa dimanfaatkan dengan kegiatan yang bermanfaat,” tuturnya.

Selain peran keluarga, Anton Firmanto juga menekankan perlunya peningkatan kewaspadaan di lingkungan warga. Menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan bukan saja tanggungjawab penuh, perlu ada peran serta dari seluruh masyarakat. 

“Buat lagi pos kamling, diaktifkan, ada rutintias jaga keamanan malam bersama-sama,” kata Anton. (*)