Samarinda

Tolak Penutupan Pelayaran Jalur Bawah Jembatan Mahakam Samarinda, Tumpah Nasi Piring Kami

391
×

Tolak Penutupan Pelayaran Jalur Bawah Jembatan Mahakam Samarinda, Tumpah Nasi Piring Kami

Sebarkan artikel ini
TOLAK PENUTUPAN PELAYARAN - Kegiatan unjuk rasa ini berlangsung di depan Kantor Kesyahbandara dan Otoritas Pelabuhan Kelas 1 Samarinda di Jalan Yos Sudarso No.2, Karang Mumus, Kecamatan Samarinda Kota, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (12/3/2025). Mereka sampaikan aspirasi, menolak penutupan jalur Mahakam di bawah Jembatan Kembar Samarinda. (Titiknol.id) 

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Massa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Pelabuhan Maritim di Kota Samarinda, Kalimantan Timur menggelar demonstrasi pada Rabu (12/3/2025). 

Mereka yang terhitung sekitar ratusan orang sampaikan aspirasi, menolak penutupan jalur Mahakam di bawah Jembatan Kembar Samarinda. 

Kegiatan unjuk rasa ini berlangsung di depan Kantor Kesyahbandara dan Otoritas Pelabuhan Kelas 1 Samarinda di Jalan Yos Sudarso No.2, Karang Mumus, Kecamatan Samarinda Kota, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Mereka membawa sejumlah spanduk dengan bertuliskan:

“Jangan Tumpah Nasi Piring Kami, Menolak Penutupan Alur Sungai Mahakam.”

Dan bertuliskan “Jangan Balik Piring Nasi Kami.”

Rusdy, seorang peserta aksi dalam orasinya menyampaikan tidak ada pihak yang harus menutup jalur di bawah Jembatan Mahakam Samarinda.

Jika terjadi penutupan hal itu akan berdampak pada para pekerja dan menimbulkan PHK terhadap ribuan karyawan. 

“Tidak ada alasan apapun untuk menutup alur di bawah jembatan itu,” ucapnya.

Menurutnya, yang harus diperbaiki di bawah Jembatan kembar adalah safety atau pengaman bukan menutup alur.

“Yang harus dilakukan adalah bagimana membuat safety-nya, bagaimana membuat fender itu supaya tidak terjadi lagi,” tuturnya. 

Kegiatan unjuk rasa tersebut dikawal aparat keamanan kepolisian dari Polresta Samarinda.

Hingga berita ini tayang di Titiknol.id, pihak berwenang yang menutup alur pelayaran belum memberikan tanggapan atas aksi unjuk rasa tersebut.  

Aman Dilalui Pelayaran

Berita sebelumnya, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Provinsi Kalimantan Timur atau BBPJN Kaltim menyampaikan hasil investigasi Jembatan Mahakam 1 di Kota Samarinda.

Kala itu, BBPJN bersama Komisi Keselamatan Jembatan Terowongan dan Jalan (KKJTJ) telah melakukan uji ketahanan dengan pengukuran beban dinamis yang dilakukan pada Selasa (4/3/2025) lalu.

Kepala BBPJN Hendro Satrio M.K menyampaikan, hasil pengujian jembatan sudah dihimpun dan dianalisis secara lengkap sesuai standar pengujian ketahanan. 

Baca Juga:   Rumah Awang Farouk di Samarinda Digeledah KPK, Kasus Baru dan Masuk Proses Penyidikan

Ia menjamin Jembatan Mahakam I dalam kondisi baik dan aman untuk beroperasi. 

“Hasilnya sudah keluar. Saat ini saya sedang melaporkan hasil investigasi kepada Dirjen, jadi menerbitkan surat ke Dirjen dan akan ditembuskan kepada Gubernur dan DPRD kaltim, serta OPD terkait,” ujar Hendro melalui sambungan telepon seluler kepada awak media, Kamis, (6/3/2025).

Hasil investigasi Jembatan Mahakam I ini adalah keputusan akhir dan tetap, sehingga tidak memerlukan lagi adanya investigasi lanjutan.

“Sudah, Sudah selesai. Tidak perlu lagi ditutup. Investigasi kan sudah selesai kemarin, dan hasilnya pun aman. Kondisinya baik-baik saja, tidak perlu khawatir. Semua aman ya,” katanya.

Uji beban dinamis menggunakan truk roda 6 bermuatan 10 ton, telah diuji dan dinilai berdasarkan gelombang frekuensi, serta ketahanan daya turbulensi yang menunjukan kondisi baik. 

Namun demikian, ia juga kembali mengingatkan agar masyarakat tidak perlu khawatir selama melintas diatas Jembatan Mahakam I Samarinda tersebut.

“Kita sudah menuliskan surat kondisi kesehatan Jembatan Mahakam ini berada dalam kondisi yang baik, serta aman untuk dilalui kendaraan dengan beban 8 ton, seperti hasil pengujian beban dinamis kemarin,” tuturnya.

Informasi selengkapnya terkait data pengujian bakal diumumkan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud dalam waktu dekat.

“Seluruh data dari hasil investigasi saat ini sedang dikirimkan laporannya ke Dirjen. Kemudian surat Dirjen tembusan ke Gubernur,” ujarnya. 

Sebelumnya diberitakan, Jembatan Mahakam 1 Samarinda yang berstruktur baja dan telah berumur 39 tahun tersebut, diuji ketahanan beban dinamis.

Dua profesor yang merupakan tenaga ahli Komisi Keselamatan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) Kementerian PUPR RI, Priyo Suprobo, dan Hidajat Sugihardjo bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim hadir langsung menyaksikan pengujian pada Selasa 4 Maret 2025. 

Baca Juga:   DPRD Samarinda Dukung Penertiban Jukir Liar, Tempatkan Orang Resmi demi Cegah Pungli

Dalam prosesnya, dua bentang jembatan sepanjang 100 meter dan 60 meter di pilar kedua dan ketiga diuji dengan beban kendaraan berat untuk menilai respons struktur terhadap tekanan dinamis.  

Tabrakan fatal tongkang bermuatan kayu yang menghantam pilar Jembatan Mahakam I pertengahan 16 Februari 2025 lalu sempat memicu kekhawatiran di khalayak publik. (*)