Penajam

Mudyat Noor Sebut Keterbatasan APBD Pengaruhi Pembangunan di PPU

373
×

Mudyat Noor Sebut Keterbatasan APBD Pengaruhi Pembangunan di PPU

Sebarkan artikel ini
Bupati PPU Mudyat Noor saat memberikan sambutan di acara Ramadhan Fast rangkaian peringatan HUT PPU.

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Dari tahun ke tahun hingga memasuki usia 23 Tahun, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tak pernah berbenah infrastruktur jalan.

Pasalnya, jalan tersebut hanya berupa jalan lurus yang kemudian dapat menghubungkan dengan Kabupaten Paser.

Sementara itu, akselerasi jalan dibutuhkan untuk mempermudah mobilisasi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Bupati PPU, Mudyat Noor menyatakan, keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mempengaruhi hal tersebut.

“ABPD PPU jika diurutkan maka berada di nomor 9 dari 10 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Timur,” ujarnya saat menyampaikan pidato pada pembukaan Ramadhan Fest, Kamis (13/3/2025).

Bantuan dari Badan Keuangan (Bankeu) juga didapatkan dengan sedikit paksaan dari Pemerintah Provinsi (Pemrov) dengan nilai Rp60 milyar.

“Kami sebetulnya menginginkan Kabupaten PPU ini menjadi perhatian khusus, karena satu wilayah kami, yakni Kecamatan Sepaku ditunjuk menjadi pusat pemerintahan yang baru, Ibu Kota Nusantara (IKN),” terangnya.

Sebagai gerbang menuju IKN, seyogyanya PPU juga berbenah semakin maju dalam setiap pembangunan yang ada.

“PPU ini menjadi gerbangnya IKN, yang kami harapkan wajahnya dipoles secantik dan sebaik mungkin,” kata Mudyat.

Ia mengandaikan ketika para pemangku kepentingan melewati PPU, akan disambut dari pelabuhan penajam yang dijadikan kawasan wisata seperti negara tetangga, Singapura.

“Kalau kita memandang Kota seberang itu indah, begitu pun sebaliknya, PPU ini dipandang dari seberang juga tak kalah indahnya. Mudah-mudahan ini bisa menjadi perhatian khusus pak Gubernur Kaltim ke depannya,” tutup Mudyat.(Advertorial/*)