TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Menjelang dini hari, rumah jabatan Walikota Balikpapan di bilangan Jalan Syarifuddin Yoes, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur dikerubungi masyarakat.
Kronologi kejadian ini, persisnya terjadi sekitar pukul 20.00 Wita hingga 23.00 Wita pada Selasa 18 Maret 2025.
Masyarakat datang dari berbagai penjuru Kota Balikpapan ke rumah jabatan Walikota Balikpapan, Rahmad Masud.
Di lokasi kejadian, sampai berjubel, antre memanjang untuk mendapatkan uang yang dalam istilahnya mereka sebut THR, tunjangan hari raya.
“Kesini ini. Mau dapat THR, dari Pak Walikota,” kata Bukori, yang akui datang dari daerah Gunung Pasir Balikpapan.
Saat massa sudah menumpuk banyak, sempat terjadi aksi dorong-dorongan, satu sama lain berebut untuk meraih uang THR.
Kondisi ini berlangsung sekitar pukul 22.00 Wita. Ada beberapa orang yang tidak sabar membuat gaduh, mencoba mendesak, mendorong-dorong dalam antrean hingga berujung ricuh.
Kontan saja, peristiwa ini menimbulkan keresahan sampai memunculkan korban luka-luka ringan karena desak-desakan dan hawa udara yang sumpek. Mereka di antaranya yang ikut antre merasa kepanasan, sulit mendapatkan napas segar.
Berdasarkan data yang diolah di lapangan, ada belasan orang yang terkena dampak dari kericuhan rebutan THR di rumah jabatan Walikota ini.
Korban yang mengalami luka akibat desak-desakan, dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Pihak kepolisian saat mendapatkan informasi ricuh, langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan pembubaran massa.
“Kecewa juga, sudah antre berjam-jam tidak kebagian, hanya dapat capek saja,” kata Heryanto, warga Karang Rejo yang ikut-ikutan antre.
Dia pun berharap, semestinya Walikota Balikpapan, Rahmad Masud memberikan langsung rumah ke rumah. Jika antre begini, kasihan warga harus bersusah payah.
“Saya lagi menganggur, tidak ada kerjaan, lagi butuh uang, ikut antre,” bebernya.
Informasinya, yang dibagikan itu antara Rp100 ribu hingga Rp200 per orang. Mereka ini datang dari berbagai usia dan jenis kelamin. Bahkan sampai anak-anak juga ada yang terlibat dalam antrean mendapatkan THR. (*)












