TITIKNOLID, BALIKPAPAN – Harga komoditi kelapa di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur mengalami kenaikan. Satu di antaranya terpantau di Pasar Klandasan, Kota Balikpapan, Sabtu (29/3/2025).
Kenaikan ini terjadi tiga hari sebelum lebaran Idul Fitri yang diprediksi jatuh pada hari Senin 31 Maret 2025.
Satu di antara pedagang kelapa di Pasar Klandasan, Ahmadi, membeberkan soal rincian harga kelapa saat mendekati hari raya Idul Fitri di Kota Balikpapan.
Katanya, harga kelapa biasanya berada di kisaran Rp7.000 hingga Rp10.000 per butir.
Tetapi mendekati Lebaran, harga naik menjadi Rp11.000 per butir.
Kenaikan ini terjadi karena meningkatnya permintaan dari masyarakat untuk keperluan memasak makanan khas Lebaran yang membutuhkan kelapa dan santan.
Ada perubahan harga, jadi naik, mengikuti hukum ekonomi, dimana banyak permintaan maka harga otomatis ikut terkerek naik.
“Kalau kelapa parut dengan santan, bisa sampai Rp70.000 per kilogram,” kata Ahmadi.
Sebagai gambaran, ujar Ahmadi, harga normal kelapa parut di luar hari raya Idul Fitri biasanya berada di angka Rp25.000 per kilogram.
Namun, karena meningkatnya jumlah permintaan dari konsumen, harganya mau tidak mau meroket hingga hampir tiga kali lipat.
Bahkan, menurutnya, harga kelapa parut bisa tembus Rp100.000 per kilogram jika permintaan semakin tinggi menjelang Idul Fitri.
Pasokan kelapa yang dijual di Pasar Klandasan sebagian besar tidak dari Balikpapan. Hal inilah yang kemudian jadi satu di antara faktor harga harus naik karena ongkos kirim yang jauh, didatangkan dari Mamuju, Sulawesi Barat. (*)












