TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Sembilan desa di Kabupaten Berau, Kalimantan Timu dilanda banjir. Di antaranya hingga lebaran pertama Idul Fitri masih ada yang tergenang banjir, Senin (31/3/2025).
Banjir yang melanda 9 desa ini timbulkan korban ribuan warga yang terkena genangan air. Banjir yang menggenang lama surut.
Informasi terkini dari BPBD Kaltim, terungkap, ada 2.722 kepala keluarga yang terkena dampak banjir dan harus dievakuasi ke tenda-tenda pengungsian.
Pada momen Idul Fitri 1446 Hijriah ini, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji meminta agar seluruh masyarakat Kalimantan Timur tidak lupa untuk mendoakan agar korban terdampak diberi ketabahan.
Tentunya Pemprov Kaltim juga tak tutup mata akan peristiwa yang merendam ratusan rumah warga yang berada di Kecamatan Sambaliung, Kecamatan Teluk Bayur, Kecamatan Kelay dan Kecamatan Segah tersebut.
Pemprov Kaltim telah mengirimkan bantuan secara bertahap sejak Jumat 28 Maret 2025 lalu.
Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Timur atau BPBD Kaltim, Pemprov Kalimantan Timur menyalurkan tenda dan perahu karet pada jumat pagi.
Kemudian mengirimkan bantuan pangan, makanan dan selimut di hari berikutnya.
Hingga hari pertama lebaran 2025 ini, Pemprov Kaltim juga mengirimkan obat-obatan bagi para pengungsi.
“Yang pasti bantuannya di atas Rp1 miliar. Apa saja isinya kami juga masih menunggu laporan.
Tapi yang pasti kita ingin hadir untuk meringankan beban korban terdampak,” ujar Seno Aji saat dijumpai media massa di rumah jabatannya di Jalan Milono Samarinda, Kalimantan Timur.
Dengan kondisi cuaca ekstrem ini, Seno Aji juga mengingatkan agar masyarakat khususnya wilayah pesisir dan perbukitan untuk tetap waspada potensi banjir dan longsor.
“Kita sudah sebarkan surat imbauan terkait kesiapsiagaan bencana hidrologi di 10 kabupaten kota sebagai langkah mitigasi,” tuturnya.
Sebagai informasi, banjir yang terjadi di wilayah pesisir Kabupaten Berau itu terjadi sejak Senin, 24 Maret 2025 lalu.
Banjir dengan rata-rata TMA 100-300 centimeter ini diakibatkan oleh hujan deras secara terus menerus yang menyebabkan Sungai Sidung dan Sungai Segah meluap.
Tidak hanya rumah warga, banjir ini juga merendam 2 sekolah dasar negeri, 4 puskesmas pembantu dan 3 TK. 2 jembatan di Kampung Lebanan Makarti juga dikabarkan tertutup longsor.
Bahkan dua lansia dikabarkan meninggal dunia. BPBD Kaltim mengklarifikasi bahwa dua lansia tersebut meninggal dunia karena kelelahan dan diduga terjatuh. (*)












