TITIKNOL.ID, BONTANG – Pasar Tamrin di Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur rawan tindakan pencurian.
Para pedagang mengeluh ke Walikota Bontang, Neni Moerniaeni.
Walikota Bontang, Neni Moerniaeni, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Taman Rawa Indah atau Tamrin pada Rabu (4/6/2025) pagi.
Sidak digelar untuk memantau stabilitas harga bahan pangan menjelang Iduladha. Namun, di sela kunjungannya, Neni justru mendapat keluhan dari pedagang soal maraknya pencurian ikan di pasar.
Salah satu pedagang ikan, Sam, mengaku dagangannya kerap hilang meski pasar sudah dilengkapi kamera pengawas.
Ia menyebut pernah kehilangan satu dus ikan seberat 35 kilogram dalam semalam.
“Sudah sering kita kehilangan ikan. Saya sebulan lalu hilang ikan satu dus, isinya sekitar 35 kilogram. Biar sudah dilaporkan ke UPT pasar, tapi tetap saja kejadian lagi,” ujar Sam kepada Neni.
Menurutnya, sistem pengamanan pasar masih lemah. Ia berharap penjagaan ditingkatkan, tidak hanya mengandalkan CCTV semata.
“Biar ada CCTV, ikan tetap hilang. Harusnya dijaga lebih ketat. Ada yang kontrol di atas, ada yang jaga di bawah, jangan cuma keliling sebentar saja,” tegasnya.
Menanggapi keluhan itu, Neni berjanji akan menindaklanjuti dengan memerintahkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Tamrin untuk memperketat sistem penjagaan.
“Sudah ada CCTV, kan? Nanti saya minta diperketat ya penjagaannya. Ini tidak boleh terulang lagi,” ujar Neni.
Sementara itu Kepala Subbagian UPT Pasar Tamrin, M Kamil, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 12 petugas keamanan yang dibagi dalam tiga sif.
Ia mengatakan, beberapa kasus pencurian memang pernah terjadi, bahkan pelakunya diduga sesama pedagang atau anak buahnya sendiri.
“Biasanya sesama pedagang yang ambil. Tapi setiap kejadian yang kami temukan, langsung kami laporkan ke pihak berwajib,” bebernya. (*)












