BontangTitiknolKaltim

Proyek SPAM Air Bersih Bontang Mengalami Gugatan Sengketa Lahan, Pemkot Tetap Lanjutkan

284
×

Proyek SPAM Air Bersih Bontang Mengalami Gugatan Sengketa Lahan, Pemkot Tetap Lanjutkan

Sebarkan artikel ini
METERAN AIR PDAM - Ilustrasi meteran PDAM di Samarinda. Pelanggan di Kota Samarinda syok karena tagihan airnya capai angka jutaan rupiah.

TITIKNOL.ID, BONTANG – Membangun infrastruktur penyediaan air bersih di Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur terus digalakkan. Satu di antaranya pembuatan outtake sistem penyediaan air atau SPAM. 

Namun seriring berjalan, teradpat sengketa lahan pada proyek tersebut, tetapi hal ini tidak membuat proyek pembangunan outtake Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Bontang tersendat, tapi tetap berlanjut.

Enam gugatan kepemilikan lahan telah masuk, namun Pemkot Bontang memilih menggunakan skema konsinyasi agar pembangunan tidak tersendat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPRK) Bontang, Much Cholis Edi Prabowo, menyebut langkah ini ditempuh untuk mempercepat realisasi proyek vital tersebut.

Dia tegaskan, sudah ada enam surat gugatan yang masuk, tapi ini justru memperjelas status lahan. 

“Dengan konsinyasi, pembangunan tetap bisa berjalan sambil proses hukum berlanjut,” ungkap Cholis yang dikutip Titiknol.id pada Selasa (8/7/2025).

Perlu diketahui konsinyasi adalah mekanisme menitipkan uang ganti rugi ke pengadilan negeri untuk pemilik lahan yang keberatan atau belum menyepakati pembayaran.

Cara ini, sambung Edi Prabowo, diatur dalam undang-undang, dan tetap memungkinkan pemerintah membangun meski proses hukum masih berjalan.

Meski demikian, ia tidak merinci berapa besar uang konsinyasi yang dimasukan.

Lebih lanjut, outtake SPAM akan dibangun di atas lahan seluas 2.252 meter persegi di Jalan S Parman, Kelurahan Gunung Telihan, tepat di depan RSUD Taman Husada.

Proyek ini menjadi bagian dari sistem pemanfaatan void bekas tambang milik PT Indominco Mandiri (IMM) sebagai sumber air baku.

“Dokumen pengadaan lahannya sudah lengkap. Setelah pembayaran konsinyasi melalui BPN selesai, kami bisa mulai bangun,” jelasnya.

Menurut Edi, Pemkot Bontang mendapat tanggung jawab membangun outtake dan pengatur aliran air, sementara jaringan dari void ditangani Pemerintah Provinsi Kaltim.

Baca Juga:   Mengenal Apa Itu Finswimming? Atlet dari Paser Kaltim Raih Medali Emas di Manado

Baca juga: Kapolres Bontang Resmi Berganti, AKBP Alex Tinggalkan Jejak Penumpas Narkoba

Anggaran pembebasan lahan sebesar Rp 4,2 miliar, dan pembangunan fisik diperkirakan mencapai Rp 7 miliar.

Menjawab Penuntasan Krisis Air Bersih

Proyek SPAM Regional ini menjadi harapan besar untuk menjawab ancaman krisis air bersih di Bontang.

Suplai air dari Bendungan Marangkayu dan void tambang IMM akan didistribusikan melalui jaringan induk ke berbagai kecamatan di Bontang.

“Kami sudah kerja sama dengan pemprov. Targetnya air bisa masuk ke jaringan distribusi warga tahun 2027,” ucapnya.

Menelisik data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP), total anggaran proyek SPAM dari sumber void IMM mencapai ratusan miliar.

Di antaranya, Rp 63,2 miliar untuk unit produksi, Rp 26,9 miliar untuk distribusi segmen 1, serta puluhan miliar lainnya untuk jaringan distribusi lanjutan.

Pikir Jangka Panjangnya 

Sementara itu Lurah Gunung Telihan Mochammad Cholid Hanafi dalam kesempatan wawancara sebelumnya, memastikan semua proses pengadaan lahan sudah sesuai regulasi.

Ia berharap masyarakat ikut menjaga kondusivitas selama proyek berlangsung.

“Ini proyek untuk kebutuhan air bersih jangka panjang. Kami harap masyarakat mendukung agar manfaatnya bisa segera dirasakan,” ujarnya pada Rabu 2 Juli 2025.

Pengadaan lahan merujuk pada Keputusan Wali Kota Bontang dan Permen ATR/BPN Nomor 19 Tahun 2021 tentang pengadaan tanah untuk kepentingan umum.

Proses identifikasi dilakukan tim terpadu yang melibatkan BPN, Kejari, Polres, dan OPD terkait. (*)