BerauTitiknolKaltim

Taman Bermain Anak di Berau Kaltim Kurang, Pemkab Sasar ke Sekolah-sekolah

302
×

Taman Bermain Anak di Berau Kaltim Kurang, Pemkab Sasar ke Sekolah-sekolah

Sebarkan artikel ini
TAMAN BERMAIN BERAU - Anak-anak bermain di taman ruang terbuka hijau. Ruang bermain anak di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur dinilai masih kurang, belum ideal menuju daerah ramah anak, Rabu (9/7/2025). (Meta Ai)

TITIKNOL.ID, TANJUNG REDEB – Ruang bermain anak di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur dinilai masih kurang, belum ideal menuju daerah ramah anak.  

Karena itu, upaya menjadikan Berau sebagai daerah ramah anak terus dijalankan secara bertahap. Mulai dari sekolah, rumah ibadah, hingga ruang publik.

Hal ini perlahan diarahkan agar memenuhi standar sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak.

Kepala DPPKBP3A Berau, Rabiatul Islamiah menyampaikan, komitmen Pemkab Berau dalam mewujudkan lingkungan yang ramah anak terus diperkuat.

Salah satunya melalui pengembangan sekolah dan rumah ibadah ramah anak, yang dilaksanakan secara bertahap di seluruh wilayah.

Saat ini, sebagian satuan pendidikan di Berau telah mulai menerapkan konsep ramah anak, mulai dari tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga SMA.

“Upaya ini sejalan dengan arahan nasional dan provinsi,” ungkap Rabiatul Islamiah pada Rabu (9/7/2025).

Dalam hal ini DPPKBP3A Berau juga terus mendorong terciptanya lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

Salah satu pencapaian terbaru adalah ditetapkannya TK Pembina Gunung Tabur sebagai sekolah ramah anak tingkat nasional.

Sekolah tersebut menjadi rujukan karena telah memenuhi sejumlah indikator, termasuk tersedianya fasilitas penunjang bagi anak-anak.

“TK Pembina Gunung Tabur jadi rujukan nasional karena fasilitasnya sudah sesuai dengan kriteria sekolah ramah anak di tingkat PAUD,” ungkap Rabiatul.

Ia mengungkapkan, saat ini sudah hampir setengahnya sekolah di Berau yang telah diarahkan menjadi sekolah ramah anak.

Tak hanya di sektor pendidikan, pendekatan ramah anak juga mulai diterapkan di rumah ibadah.

“Kami juga mulai menjadikan rumah ibadah sebagai tempat ibadah ramah anak. Ini bagian dari upaya menciptakan lingkungan aman dan nyaman untuk anak-anak,” katanya. 

Baca Juga:   Banyak Kejutan! Inilah 22 Pemain Timnas Indonesia vs Irak dan Filipina Kualifikasi Piala Dunia 2026

Namun, ia mengakui bahwa pelaksanaan secara menyeluruh masih membutuhkan waktu dan kemampuan anggaran.

Sejumlah komponen harus dipenuhi agar suatu tempat bisa dinilai sebagai ramah anak, mulai dari fasilitas, ruang bermain, dan sebagainya.

“Targetnya tentu semua bisa ramah anak, tapi pelaksanaannya bertahap. Saat ini ruang bermain anak baru satu yang tersedia, yakni di Jalan Milono, di samping perpustakaan,” ucapnya.

Pihaknya berharap ke depan akan ada lebih banyak titik ruang bermain anak yang memenuhi kriteria ramah anak.

Untuk itu, pihaknya juga terus mendorong agar dilakukan penilaian terhadap lokasi-lokasi potensial agar bisa dijadikan ruang bermain ramah anak.

“Penilaian sekolah atau ruang bermain ramah anak punya indikator tertentu. Itu yang akan kami dorong dan berikan ke satuan pendidikan dan instansi terkait,” tutur Rabiatul. (*)