Samarinda

Komisi IV Suarakan Lindungi Anak Panti Asuhan, Regulasi dan Pengawasan Wajib Diperkuat

249
×

Komisi IV Suarakan Lindungi Anak Panti Asuhan, Regulasi dan Pengawasan Wajib Diperkuat

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Yakob Pangedongan. IST

TITIKNOL.ID – Kasus kekerasan terhadap anak di panti asuhan yang kian marak jadi sorotan serius. DPRD Kota Samarinda menyerukan agar regulasi dan pengawasan terhadap lembaga sosial ini segera diperketat demi menjamin keamanan dan masa depan anak-anak.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Yakob Pangedongan prihatin dengan kondisi ini. Ia menegaskan, tempat yang seharusnya menjadi ruang aman dan nyaman bagi anak-anak justru berubah menjadi sumber trauma.

“Tempat yang seharusnya mereka (anak) mendapat perlindungan, malahan menjadi tempat yang memberikan trauma,” ujar Yakob.

Ia mengungkapkan, pihaknya telah menerima beberapa laporan kasus kekerasan anak yang terjadi di dalam yayasan sosial dan panti asuhan.

Ini menurutnya, menjadi cerminan lemahnya perhatian pemerintah dalam perlindungan anak, terutama di lembaga-lembaga sosial yang seharusnya berada di bawah pengawasan ketat.

Ia pun mendesak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, khususnya Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA), untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh.

Evaluasi ini mencakup izin pendirian, pengelolaan, serta mekanisme pengawasan panti asuhan.

Yakob menekankan bahwa seluruh lembaga sosial wajib memenuhi standar perlindungan anak yang ketat.

“Tidak boleh dibiarkan beroperasi tanpa pengawasan yang jelas,” tegasnya.

DPRD Samarinda berkomitmen mendukung adanya kebijakan preventif yang konkret. Tujuannya agar perlindungan anak tidak hanya bergantung pada reaksi setelah kasus kekerasan terjadi, melainkan ada upaya pencegahan yang kuat.

“Ini tidak boleh dibiarkan terus-menerus, karena ini untuk memberikan keamanan bagi anak,” pungkas Yakob, menegaskan kembali pentingnya menjamin keamanan anak-anak di panti asuhan. (*/red/adv)