TITIKNOL.ID, SANGATTA – Suasana semarak menyelimuti Desa Mulupan di Kecamatan Muara Bengkal, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur saat warganya menggelar lomba mendayung untuk memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
Tradisi ini bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga cerminan budaya lokal yang terus hidup di tengah masyarakat.
Setiap tahun, lomba ini menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan kemerdekaan di desa tersebut.
Sungai sepanjang 1.500 meter yang membelah Desa Mulupan tak hanya menjadi jalur transportasi, tapi juga ruang pelestarian tradisi.
“Kami dulu terbiasa menyeberang pakai kapal dayung, karena belum ada kapal mesin,” ungkap Kepala Desa Mulupan, Riansyah, saat ditemui Rabu (20/8/2025).
Ia menjelaskan, sebelum jembatan dibangun pada 2004, kapal dayung merupakan satu-satunya alat transportasi antardusun.
Hingga kini, sebagian warga masih menggunakan kapal dayung untuk beraktivitas sehari-hari.
Hal inilah yang mendorong masyarakat menghidupkan kembali tradisi melalui lomba dayung.
Riansyah menyebutkan, perlombaan ini terbuka untuk semua kalangan.
“Laki-laki mendayung sejauh 70 meter, sedangkan perempuan 50 meter,” ujarnya.
Tahun ini, sebanyak 13 kelompok yang masing-masing berisi tiga orang turut meramaikan lomba.
Selain memupuk kebersamaan, lomba ini juga memberikan apresiasi bagi para pemenang.
Juara pertama mendapatkan hadiah Rp 500 ribu, disusul juara kedua Rp 300 ribu, dan juara ketiga Rp 200 ribu.
“Kami berharap tradisi ini bisa terus hidup dan menjadi wadah silaturahmi warga. Kami juga berharap pemerintah daerah bisa terus mendukung kegiatan masyarakat desa,” tambah Riansyah.
Melalui lomba ini, warga Desa Mulupan tidak hanya memperingati kemerdekaan, tetapi juga merayakan kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun. (*)












