TITIKNOL.ID, PENAJAM – Empat penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) segera diaktifkan.
Direktur Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT) PPU, Abdul Rasyid mengatakan pengaktifan pamsimas melalui sistem perpipaan ini adalah jalur yang ditempuh pemerintah daerah untuk terus memperluas cakupan layanan perpipaan di tengah keterbatasan anggaran.
“Kalau mengandalkan keuangan Pemda dan PDAM sangat terbatas. Maka tahun ini perluasan cakupan harus sudah dimulai. Kita dongkrak empat pamsimas untuk percontohannya,” ungkap Rasyid, Minggu (7/9/2025).
Empat unit Pamsimas yang segera difungsikan berada di Kelurahan Maridan, Kecamatan Sepaku, Kecamatan Penajam, dan Kecamatan Babulu.
Kelurahan Maridan, ujar Rasyid, sudah lebih dulu mengelola air bersih dari pamsimas melalui bumdes mereka.
Rencananya, jaringan perpipaan di wilayah ini akan ditambah agar menjangkau lebih banyak rumah warga.
Ia menegaskan, peran PDAM sebatas mendampingi dan mensupervisi proses pengolahannya, mencarikan jaringan perpipaan hingga membuat water plant treatment (WTP) sederhana.
Pengelolaannya dikembalikan kepada masing-masing desa, baik bumdes ataupun koperasi desa.
“Pamsimas ini dibangun pemerintah untuk masyarakat. Kalau itu nanti dikelola, silakan pihak desa baku atur berapa tarifnya. PDAM tidak boleh memungut,” tegas Rasyid.
Pemda bersama PDAM pun sudah melakukan sosialisasi dengan mengundang kepala desa, lurah, lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM) ketua bumdes dan ketua kopdes untuk berperan serta dalam upaya ini.
Hanya saja, Rasyid mengakui ketidaklengkapan infrastruktur dan keterbatasan dana menjadi tantangan terbesar pengaktifan pamsimas ini.
“Untuk aktivasi satu pamsimas sampai ke rumah-rumah warga, itu butuh dana Rp2 miliar. Itu yang kita pikirkan, tapi mungkin ada kolaborasi antara PDAM, DPUPR, dan pemanfaatan alokasi dana desa (ADD).
Dalam waktu dekat kita agendakan rapat lanjutan untuk mendetaikan biaya yang dibutuhkan,” tutup Rasyid.
(TN01)












