Penajam

Buka FGD Tripartit, Bupati Mudyat Noor Dorong Hubungan Industrial Harmonis di PPU

128
×

Buka FGD Tripartit, Bupati Mudyat Noor Dorong Hubungan Industrial Harmonis di PPU

Sebarkan artikel ini
Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, secara resmi membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Kabupaten PPU

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, secara resmi membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Kabupaten PPU bertema “Sinergi, Kolaborasi, dan Peran LKS Tripartit dalam menciptakan hubungan yang harmonis”, Senin (9/9/2025) di Hotel Aqila, Nipah-nipah.

‎Dalam sambutannya, Bupati Mudyat Noor menegaskan pentingnya membangun hubungan kerja yang sehat, produktif, dan berkeadilan di tengah pesatnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berdampak langsung pada wilayah PPU.

‎Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya investasi yang masuk, melainkan sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan secara adil oleh pekerja, pengusaha, dan masyarakat luas.

‎“Forum Tripartit menjadi wadah penting untuk komunikasi dan musyawarah agar persoalan ketenagakerjaan bisa diselesaikan secara dialogis, tanpa menimbulkan konflik,” ujar Mudyat dalam arahannya.

‎Ia juga menekankan peran masing-masing pihak dalam menjaga keseimbangan. Pengusaha diharapkan dapat memastikan hak-hak pekerja terpenuhi, sementara pekerja melalui serikatnya diminta menyampaikan aspirasi dengan cara yang bermartabat. Pemerintah, lanjutnya, hadir sebagai fasilitator sekaligus mediator.

‎“Melalui FGD ini saya berharap lahir gagasan-gagasan solutif dan komitmen bersama memperkuat sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja. Dengan begitu, tercipta ekosistem ketenagakerjaan yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan,” tegas Mudyat.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) PPU, Marjani, menyoroti pentingnya diskusi publik dalam merumuskan kebijakan ketenagakerjaan, khususnya terkait jaminan sosial bagi pekerja.

‎Menurutnya, kebijakan yang baik lahir dari proses diskusi, verifikasi data, dan analisa mendalam.

“Forum seperti ini menjadi ruang penting untuk menyatukan persepsi, pengalaman, dan masukan dari berbagai pihak, sehingga kebijakan yang dihasilkan benar-benar berpihak pada kesejahteraan pekerja sekaligus keberlanjutan usaha,” jelas Marjani.

‎Kegiatan ini turut dihadiri pimpinan perusahaan, serikat pekerja, perwakilan asosiasi, serta BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

Baca Juga:   Mengenalkan Raya Budaya Nuju Erau Adat Kutai 2024 di Balikpapan Kaltim, Suguhkan Ragam Seni

Sejumlah narasumber dihadirkan untuk memperkaya materi dan membuka wawasan peserta terkait penguatan hubungan industrial di PPU. (*/)