BontangTitiknolKaltim

Bontang Darurat Banjir, Jalan Ahmad Yani dan Imam Bonjol Lumpuh

239
×

Bontang Darurat Banjir, Jalan Ahmad Yani dan Imam Bonjol Lumpuh

Sebarkan artikel ini
BANJIR HIASI BONTANG - Hujan deras yang mengguyur Kota Bontang, Kalimantan Timur pada Senin malam (15/9/2025) memicu banjir di sejumlah titik. Genangan air merendam pemukiman, membuat aktivitas warga lumpuh, terutama di Kelurahan Api-Api, Belimbing, dan Telihan, Kota Bontang, Kalimantan Timur. 

TITIKNOL.ID, BONTANG – Hujan deras yang mengguyur Kota Bontang, Kalimantan Timur, sejak Senin malam hingga Selasa (16/9/2025) sore, menyebabkan banjir besar di sejumlah wilayah. 

Sebanyak 10 dari 15 kelurahan terdampak, sementara dua ruas jalan utama kota lumpuh total akibat genangan air.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang melaporkan, kelurahan terdampak banjir meliputi:

  • Kanaan
  • Gunung Telihan
  • Satimpo
  • Belimbing
  • Api-Api
  • Guntung
  • Gunung Elai
  • Tanjung Laut
  • Tanjung Laut Indah
  • Bontang Baru

Banjir juga melumpuhkan Jalan Ahmad Yani dan Jalan Imam Bonjol, dua jalur arteri utama kota.

Banyak kendaraan, terutama sepeda motor, mogok saat menerobos genangan. Hanya kendaraan besar yang masih bisa melintas.

Penyebab Banjir dan Dampaknya

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bontang, Eko Mashudi, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh kombinasi antara:

Curah hujan tinggi sepanjang malam, Kiriman air dari daerah hulu, dan pengerjaan drainase di beberapa titik yang memperlambat aliran air.

“Banjir masih berpotensi terjadi karena kita sudah masuk musim penghujan. Aliran air dari hulu juga masih tinggi akibat hujan deras,” ujarnya.

BPBD telah menyiagakan perahu karet di lokasi-lokasi rawan untuk proses evakuasi.

Di Perumahan Bontang Permai, salah satu lokasi terdampak paling parah, sejumlah keluarga dievakuasi, termasuk anak-anak dan seorang lansia pascaoperasi.

Sekretaris RT 07, Arif, menyebut sekitar 170 kepala keluarga (KK) atau sekitar 450 jiwa terdampak di wilayahnya.

Menurutnya, banjir kali ini berpotensi lebih lama surut dibanding sebelumnya.

“Biasanya butuh sekitar delapan jam air dari Kilometer 8 mengalir ke laut Bontang Kuala. Tapi jika bersamaan dengan pasang laut, surutnya bisa jauh lebih lama,” jelasnya.

Evakuasi dan Pengamanan Masih Berlangsung

Hingga Selasa malam, petugas BPBD bersama aparat kepolisian masih melakukan evakuasi warga dan pengamanan di jalan-jalan yang terendam parah.

Baca Juga:   UPDATE Jadwal Semifinal Championship Series: Bali United vs Persib, Madura United vs Borneo FC

Warga diimbau tetap waspada dan tidak memaksakan diri melewati genangan dalam.

Masyarakat di wilayah rawan banjir diimbau untuk:

  • Menghindari berkendara saat hujan deras
  • Menyimpan dokumen penting di tempat aman
  • Memonitor informasi dari BPBD dan pemerintah setempat
  • Pemerintah Kota Bontang juga diminta mempercepat pembenahan sistem drainase agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.

(*)