TITIKNOL.ID, PENAJAM – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengalokasikan Rp20 juta untuk menyelenggarakan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kabupaten yang akan berlangsung 1-2 Oktober 2025.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (Diksar) Disdikpora PPU, Ismail mengatakan FTBI menjadi ajang melestarikan bahasa daerah, khususnya Paser melalui berbagai lomba tradisi lisan.
Sebelumnya, FTBI tingkat kecamatan sudah dilangsungkan. Peserta terbaik yang selanjutnya akan beradu dengan masing-masing juara mewakili kecamatan di tingkat Kabupaten.
“FTBI diperuntukkan bagi siswa SD dan SMP. Kalau SD ada Betore dan Sempuri, SMP lomba pidato dan pantun. Seluruhnya menggunakan bahasa daerah, yakni bahasa Paser,” jelas Ismail, Senin (29/9/2025).
Betore merupakan sajak yang dilagukan. Sementara Sempuri adalah dongeng atau cerita yang mengandung nilai pendidikan dan kearifan lokal.
Ajang FTBI sendiri, lanjut Ismail, merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh Kemendikbudristek untuk melestarikan dan menghidupkan kembali bahasa daerah di Indonesia melalui program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) atau Merdeka Belajar Episode 17. Tujuannya menjadikan generasi muda sebagai penutur bahasa daerah yang aktif.
“Lomba-lomba secara lisan itu tujuannya menjaga keberlangsungan hidup bahasa dan sastra daerah,” tegasnya.
Di tingkat Provinsi, ragam bahasa mulai nampak. Hal ini karena setiap daerah kabupaten/kota menggunakan bahasa daerahnya masing-masing.
“Di Kalimantan Timur kan ada beberapa bahasa daerah yang digunakan. Ada bahasa Kutai, Dayak, dan Paser. Maka mereka dilombakan sesamanya. Misal seperti PPU dengan Paser, artinya kita bersaing dengan peserta dari Tana Paser,” kata Ismail.
Lolos di tingkat Provinsi, peserta naik jenjang ke tingkat Nasional. Mereka datang dari berbagai daerah bersaing dan saling menginspirasi dalam melestarikan bahasa ibu.
(TN01)












