TITIKNOL.ID, PENAJAM – Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Tohar mengatakan hingga saat ini program besar makan bergizi gratis (MBG) inisiasi pemerintah pusat baru menyentuh kelompok penerima manfaat sebanyak 5.664 orang.
Cakupan tersebut berkat hadirnya tiga dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang tersebar di wilayah Benuo Taka.
“MBG secara umum untuk PPU sampai saat ini baru mengoperasikan tiga dapur SPPG, letaknya ada di Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku, SPPG Gunung Steleng, dan SPPG Penajam,” kata Tohar, Kamis (23/10/2025).
Dari total penerima yang seharusnya mencapai lebih dari 40 ribu jiwa, Tohar menaruh harapan, SPPG mitra Badan Gizi Nasional (BGN) segera berdiri dan beroperasi.
“Mudahan nanti ada SPPG mitra yang akan beroperasi lagi, sehingga cakupan-cakupan ini bisa terus dikembangkan secara bertahap,” ucapnya.
Selain itu, demi mendukung tercapainya program pusat, pemerintah daerah menyiapkan alokasi berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), yang disebut-sebut sebagai MBG mandiri.
Rinciannya, setiap porsi makanan ditaksir seharga Rp12 ribu, terdiri dari bahan makanan bergizi Rp10 ribu dan Rp2 ribu untuk pajak.
“Yang versi kita menggunakan APBD, konsep dasarnya direncanakan untuk include di unit sekolah. Mudahan ini juga sudah bisa terlaksana,” ujarnya.
Tak sampai disitu, Tohar menambahkan, pemerintah daerah akan membangun dua SPPG guna mempercepat pelaksanaan program sehingga bisa menjangkau lebih banyak sasaran di wilayahnya.
“Ketika berbicara surat keputusan bersama antara BGN dengan Kementerian Pekerja Umum (PU), kita mendapat dua alokasi. Satu di Kelurahan Nipah-nipah, Kecamatan Penajam, lainnya di Desa Labangka, Kecamatan Babulu,” tuturnya.
Assesement teknis menurutnya juga sudah dilakukan. Melalui pendekatan ini, Pemkab PPU memastikan program yang dirancang untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) sejak usia dini ini dapat berjalan dengan baik pun kualitas gizi makanan tetap terjamin.
(TN01)












