Titiknol IKN

Membangun Masa Depan IKN, Kaltim Susun Roadmap Ekonomi Kreatif 2026-2030 

167
×

Membangun Masa Depan IKN, Kaltim Susun Roadmap Ekonomi Kreatif 2026-2030 

Sebarkan artikel ini
EKONOMI KREATIF KALTIM - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tengah memperkuat fondasi pembangunan daerah melalui sektor non-sumber daya alam. Langkah strategis terbaru adalah penyusunan Peta Jalan (Roadmap) Pengembangan Ekonomi Kreatif (Ekraf) untuk periode lima tahun mendatang, 2026 hingga 2030.

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) tengah memperkuat fondasi pembangunan daerah melalui sektor non-sumber daya alam.

Langkah strategis terbaru adalah penyusunan Peta Jalan (Roadmap) Pengembangan Ekonomi Kreatif (Ekraf) untuk periode lima tahun mendatang, 2026 hingga 2030.

Dokumen perencanaan ini dirancang untuk memetakan secara komprehensif potensi unggulan, tantangan yang dihadapi, serta peluang besar sektor ekraf Kalimantan Timur, khususnya dalam konteks pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Penyusunan kerangka kerja ini dibahas tuntas dalam rapat koordinasi yang mengusung tema “Optimalisasi Sinergitas Pentahelix di Provinsi Kaltim”, yang digelar di Hotel Blue Sky Balikpapan pada Kamis (6/11/2025).

Kepala Bidang Pengembangan Ekraf Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim, Awang Khalik, menjelaskan bahwa roadmap baru ini merupakan kelanjutan logis dari program Ekraf periode sebelumnya (2021–2025) yang telah menunjukkan capaian positif.

Program terdahulu berhasil memenuhi berbagai target penting, termasuk penyediaan ruang kreasi, fasilitasi permodalan, dan pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi para pelaku industri kreatif di Kaltim.

Koherensi antara rencana aksi 2021–2025 dengan peta jalan baru ini sangat baik.

“Data dan pemetaan yang dihimpun dari 10 kabupaten/kota menjadi dasar dalam menyusun strategi yang lebih konkret,” ujar Awang.

Mesin Pertumbuhan dan Pelestari Budaya

Kaltim masuk dalam daftar 15 daerah prioritas nasional untuk pengembangan ekonomi kreatif.

Hal ini semakin menegaskan pentingnya kolaborasi pentahelix (pemerintah, akademisi, bisnis, komunitas, dan media) agar pengembangan ekraf berjalan optimal dan berkesinambungan.

Awang Khalik menekankan bahwa Ekraf adalah wadah transformatif yang mengolah ide dan gagasan menjadi nilai ekonomi, berlandaskan ilmu pengetahuan, teknologi, serta warisan budaya lokal.

Sektor ini mencakup beragam subsektor, mulai dari kuliner, konten digital, fashion, hingga lainnya.

Baca Juga:   Percepat Konektivitas Antar Wilayah, Jalur Sotek-Bongan Bakal Dibangun 2027

Di tengah tantangan ekonomi modern, Ekraf tampil sebagai alternatif strategis.

Sektor ini tidak hanya berfungsi sebagai mesin pendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sebagai sarana efektif untuk memperkuat pelestarian budaya dan memberdayakan generasi muda di era digital.

“Tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, Ekraf juga menjadi ruang penting bagi generasi muda untuk berpikir kreatif dan inovatif di tengah pesatnya perkembangan digital ini,” tutupnya, menyoroti peran Ekraf dalam membentuk sumber daya manusia unggul Kalimantan Timur. (*)