TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berencana menerapkan efisiensi dan efektivitas anggaran hingga ke tingkat desa.
Kebijakan ini merupakan arahan Bupati PPU, Mudyat Noor, dengan harapan tidak mengganggu stabilitas program maupun pembangunan yang sudah dirancang sebelumnya.
“Sebetulnya kita ingin membuat efisiensi dan efektivitas anggaran di kelurahan dan desa. Ini perlu inovasi supaya pembangunan tetap berjalan dan masyarakat bisa mendapatkan manfaat sebaik-baiknya,” kata Mudyat, Minggu (7/12/2025).
Menurut Mudyat, kondisi fiskal daerah saat ini menjadi tantangan tersendiri. Namun, ia berharap langkah pengetatan anggaran dapat mendorong masyarakat dan pemerintah desa untuk lebih mandiri.
“Harapannya, desa bisa merencanakan kegiatan yang bermanfaat sekaligus menggali potensi wilayah masing-masing,” ujarnya.
Ia juga meminta desa dan kelurahan saling berkoordinasi dan bekerja sama dalam meningkatkan perekonomian. Mudyat mencontohkan konsep antardesa yang saling mendukung melalui produk lokal.
“Misalnya satu desa menghasilkan pakan ternak, desa lain bisa membeli dari situ,” jelasnya.
Mudyat menekankan agar dana yang disalurkan ke desa digunakan secara tepat sasaran, bukan hanya untuk kegiatan yang tidak berdampak pada masyarakat.
“Kalau unggul di perikanan, maka desa bisa memasok ke desa sekitarnya. Kalau bisa memproduksi pupuk, desa lain membeli. Dengan begitu, perputaran ekonomi di PPU bisa berjalan efektif,” lanjutnya.
Ia juga menegaskan bahwa Alokasi Dana Desa (ADD) tidak boleh dipandang sebagai dana yang bisa dihabiskan tanpa arah.
“Kita ingin ADD betul-betul dimanfaatkan untuk peningkatan ekonomi kerakyatan. Jangan sampai desa justru makin bergantung,” tegas Mudyat.
Mudyat menutup dengan meminta perangkat desa memperhatikan potensi lokal dalam setiap perencanaan.
“Artinya, kepala desa atau lurah harus berpikir dan memproses anggaran dengan melihat dampaknya bagi masyarakat. Kita ingin desa sejahtera,” pungkasnya.
(TN01)












