TITIKNOL.ID, PENAJAM – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor meminta seluruh aparatur desa dan kelurahan se-Kecamatan Sepaku agar memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam deteksi dini munculnya berbagai persoalan yang hadir di tengah-tengah masyarakat.
Hal tersebut lantaran kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di wilayah Sepaku tak sekadar membawa harapan baru, melainkan turut menciptakan sejumlah pergesekan sosial yang memerlukan penanganan secara bijak.
“Konflik dapat muncul dalam segala aspek. Perselisihan tanah, batas wilayah, sosial budaya, pembangunan, keamanan bahkan konflik keluarga,” kata Mudyat saat bimbingan teknis (bimtek) Penguatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Dekteksi Dini, Mediasi dan Penanganan Konflik Desa se-Kecamatan Sepaku yang berlangsung di Ballroom Hotel Aston Samarinda, Senin (8/12/2025) malam.
Menurut dia, hampir 90 persen Kecamatan Sepaku akan berpindah tangan menjadi bagian IKN sementara tantangan sosial terus bergulir. Karenanya, Mudyat mengajak seluruh aparatur untuk memperkuat sensitivitas terhadap berbagai potensi gesekan di masyarakat.
“Bukan hanya menjalankan tugas pemerintahan, kepekaan sosial juga dibutuhkan demi menjaga stabilitas daerah tetap aman, nyaman, dan kondusif,” ujarnya.
Pemimpin di tingkat akar rumput itu juga diminta lebih memperhatikan seluruh aspirasi masyarakat, memahami silsilah dan akar persoalan serta membuat keputusan yang berkeadilan bagi warga.
“Pemda mendukung penuh keberadaan IKN, namun jangan sampai karena hal itu kemudian kita mengesampingkan kepentingan dan mengorbankan masyarakat,” tegas Mudyat.
Ia melanjutkan bahwa tugas aparatur adalah mengayomi warganya. Maka itu, para kepala desa dan seluruh perangkatnya harus mampu menjadi komunikator yang baik, figur penyejuk, dan jembatan penyelesaian persoalan sosial mana kala dibutuhkan masyarakat.
“Karena keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada kondisi wilayah yang harmonis dan kondusif,” tandasnya.
(TN01)












