Penajam

Warga Giripurwa Protes Studi Tiru ke Bali Bernilai Rp515 Juta, Minta Inspektorat Tindaklanjuti Penggunaan Dana Desa

100
×

Warga Giripurwa Protes Studi Tiru ke Bali Bernilai Rp515 Juta, Minta Inspektorat Tindaklanjuti Penggunaan Dana Desa

Sebarkan artikel ini
Warga Giripurwa protes studi tiru ke Bali dengan anggaran capai Rp 515 juta

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Kantor Desa Giripurwa, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kamis (11/12/2025), dipadati warga yang menuntut transparansi penggunaan alokasi dana desa (ADD) untuk studi tiru ke Bali yang menelan anggaran Rp515 juta. Perjalanan itu melibatkan rombongan 48 orang.

Penanggung jawab kelompok masyarakat Giripurwa Peduli, Bodrolukito, menyebut warga mempertanyakan urgensi kegiatan tersebut.

Selain jumlah peserta yang dinilai berlebihan, warga juga membawa tuntutan lainnya, tentang transparansi penggunaan mobil kantor, perubahan lahan masyarakat menjadi kolam ikan, hingga pelayanan pemdes yang dinilai tak sesuai aturan.

“Yang paling disorot studi tiru ke Bali. Di Perbub 32 Tahun 2023 tentang perjalanan dinas, tidak boleh membawa rombongan sebanyak itu. Harusnya dua orang, ada undangan, ada pendamping. Ini gotong royong 48 orang,” ujarnya.

Warga juga menyayangkan keberangkatan tersebut membuat kantor desa nyaris tidak beroperasi, lantaran sepi.

“Kamis-Jumat kosong, hanya ada satu penjaga,” tambahnya.

Bodrolukito menegaskan ADD semestinya digunakan efektif dan berdampak luas bagi masyarakat. Karena itu, warga sepakat akan melaporkan penggunaan dana tersebut ke Inspektorat.

“Tuntutan kami, kalau itu benar, Kepala Desa harus siap turun jabatan, mengembalikan uang negara, dan diproses hukum,” tegasnya.

Selain itu, warga menilai transparansi anggaran desa minim, sebab baliho informasi penggunaan anggaran tidak pernah dipasang selama dua tahun masa jabatan.

Menanggapi protes warga, Kepala Desa Giripurwa, Habi Rudianto, menyebut aspirasi masyarakat sebagai bagian dari proses pembenahan desa.

Ia menjelaskan, perjalanan ke Bali merupakan akumulasi beberapa rencana perjalanan yang tertunda sebelumnya, dan seluruh anggaran memang dialokasikan khusus untuk kegiatan perjalanan dinas.

“Kami lama tidak melakukan perjalanan sehingga anggaran tertumpuk. Dengan surat tugas, kami berangkat bersama perangkat desa,” ujar Habi.

Baca Juga:   Hadiri Pendidikan Kader Penggerak NU, Ini Harapan Pj Bupati PPU

Ia mengatakan keberangkatan itu terkait persiapan Desa Giripurwa yang terpilih sebagai desa terbersih di PPU dan akan mewakili provinsi dalam lomba lingkungan bersih.

“Karena Bali punya sistem kebersihan yang luar biasa, itu yang ingin kita pelajari. Semua sudah dicek Inspektorat,” katanya.

Habi juga menyebut keberangkatan massal itu sebagai bentuk apresiasi kepada warga setelah kerja keras menangani kebersihan dan pengelolaan sampah.

“Menurut saya pantas memberangkatkan semua karena sudah tertunda-tunda,” katanya.

Sekretaris Desa Giripurwa, Sri Handayani, memastikan total anggaran perjalanan mencapai Rp515 juta dari total ADD Rp3,4 miliar. Kegiatan studi tiru berlangsung pada 23-26 Oktober 2025.

Sri menjelaskan anggaran itu sebenarnya direncanakan tahun sebelumnya, namun tertunda dan masuk dalam Silpa sehingga kembali dianggarkan tahun ini.

“Untuk kesiapan lomba lingkungan bersih tingkat provinsi,” katanya.

(TN01)