BalikpapanTitiknolKaltim

Peresmian Kilang RDMP Kilang Balikpapan Belum Pasti, Tunggu Uji Sinkronisasi Sistem

106
×

Peresmian Kilang RDMP Kilang Balikpapan Belum Pasti, Tunggu Uji Sinkronisasi Sistem

Sebarkan artikel ini
KUNJUNGAN PRESIDEN PRABOWO - Proyek RDMP Balikpapan akan diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. (HO/Pertamina)

Setelah berkali-kali diundur, peresmian proyek strategis nasional RDMP Kilang Balikpapan kembali menemui ketidakpastian. Meskipun sudah rampung, pemerintah menunda ‘lampu hijau’ operasional penuh. Apa yang sebenarnya terjadi di balik layar?

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Agenda peresmian proyek strategis nasional Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan kembali mengalami penyesuaian jadwal.

Meskipun secara fisik proyek milik PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) ini telah rampung, operasional penuh secara komersial masih menanti proses sinkronisasi dan pengujian antarsistem yang ketat.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, menyatakan bahwa tanggal peresmian RDMP Balikpapan, yang sebelumnya direncanakan pertengahan Desember 2025, hingga kini belum dapat dipastikan.

“Masih perlu sinkronisasi dan pengujian antar sistem di RDMP,” ujar Yuliot, Senin (15/12/2025) di Balikpapan.

Menurut Yuliot, hasil pengujian teknis yang sedang dilakukan oleh Pertamina menjadi faktor penentu utama kesiapan kilang, baik untuk peresmian maupun untuk memasuki tahap operasi komersial.

“Tunggu hasil testing-nya dari Pertamina, kapan siapnya,” tegasnya, menegaskan bahwa pemerintah masih menantikan hasil uji coba tersebut sebelum menetapkan jadwal peresmian yang baru.

Jadwal yang Terus Berubah

Sebelumnya, RDMP Balikpapan sempat dijadwalkan akan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 17 Desember 2025.

Agenda ini sendiri sudah mengalami beberapa kali penyesuaian dari rencana awal Pertamina yang menargetkan peresmian pada 10 November 2025.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, sebelumnya sempat menyampaikan bahwa secara teknis RDMP Balikpapan telah siap beroperasi, meskipun ia mengakui bahwa jadwal peresmian masih bersifat tentatif.

“Pak Wamen pekan lalu dari sana juga. Pada dasarnya sudah siap berproduksi,” ucap Laode beberapa waktu lalu, mengonfirmasi peninjauan langsung yang telah dilakukan oleh Wakil Menteri ESDM ke lokasi proyek.

Baca Juga:   Pj Gubernur Kaltim Ingin Buaya Riska Jadi Objek Wisata Baru di Bontang

Penundaan ini terjadi saat unit kunci, Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex, baru beroperasi secara terbatas dan belum sepenuhnya memasuki tahap produksi komersial.

Pjs Corporate Secretary KPI, Milla Suciyani, sebelumnya menyampaikan bahwa unit RFCC Kilang Balikpapan ditargetkan mulai beroperasi penuh pada kuartal IV 2025.

Unit RFCC ini memiliki peran vital dengan kapasitas pengolahan hingga 90.000 barrel per hari (bph). Unit ini akan mengolah residu minyak mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi seperti LPG, gasoline, dan propylene.

RFCC Balikpapan dirancang menjadi unit RFCC terbesar yang dimiliki Pertamina, melampaui kapasitas unit serupa di Kilang Cilacap (62.000 bph) yang telah beroperasi sejak 2015.

Selain RFCC, proyek RDMP juga meningkatkan kapasitas Crude Distillation Unit (CDU) dari 260.000 bph menjadi 360.000 bph. Dengan peningkatan ini, total kapasitas CDU nasional diproyeksikan naik dari 1,17 juta bph menjadi 1,26 juta bph pada akhir 2025.

Meski secara fisik proyek telah rampung, pemerintah menegaskan bahwa uji integrasi sistem adalah tahap krusial untuk memastikan seluruh unit beroperasi secara aman dan optimal sebelum peresmian dan masuknya kilang ke fase operasi komersial penuh. (*)