Penajam

Polisi Ungkap Penumpang Ferry Goropa yang Lompat ke Laut di Penajam Diperas Rp30 Juta

85
×

Polisi Ungkap Penumpang Ferry Goropa yang Lompat ke Laut di Penajam Diperas Rp30 Juta

Sebarkan artikel ini

Berdasarkan hasil konfirmasi, korban berinisial SW (34), warga Balikpapan, diketahui dimintai uang sebesar Rp30 juta oleh seorang pria yang dikenalnya melalui media sosial TikTok

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Polisi mengungkap adanya dugaan pemerasan terhadap aksi nekat penumpang kapal ferry Goropa yang menceburkan diri ke laut di Pelabuhan Penajam pada Minggu (18/1/2026).

Berdasarkan hasil konfirmasi, korban berinisial SW (34), warga Balikpapan, diketahui dimintai uang sebesar Rp30 juta oleh seorang pria yang dikenalnya melalui media sosial TikTok.

“Korban mengaku dihubungi dan dimintai uang Rp30 juta. Jika tidak ditransfer, pelaku mengancam akan menyebarkan video korban,” ujar Kapolsek Penajam, AKP Syaifuddin, Senin (19/1/2026).

Menurutnya, komunikasi antara korban dan pelaku bermula dari perkenalan di TikTok. Percakapan berlanjut hingga pelaku meminta korban mengirimkan foto tidak senonoh.

“Korban sempat mengirimkan video. Dari file itulah pelaku mulai melakukan pemerasan,” jelasnya.

Syaifuddin menambahkan, korban merupakan seorang ibu rumah tangga tanpa penghasilan tetap. Tekanan psikologis yang dialami korban semakin berat karena intimidasi terus berlanjut, termasuk saat korban sudah berada di atas kapal ferry menuju Penajam.

“Korban ini mengaku hilang arah. Sehingga dia memilih naik kapal fery yang tujuannya ke Penajam. Dalam kondisi itu, korban masih terus diintimidasi hingga kemudian nekat meloncat ke laut melalui pintu darurat kapal,” kata dia.

Beruntung, aksi tersebut diketahui oleh anak buah kapal (ABK) yang langsung melakukan penyelamatan.

Korban berhasil dievakuasi dan mendapat penanganan medis sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

“Korban kami bawa ke klinik dan langsung menghubungi keluarga. Suaminya datang dan sudah kami beri penjelasan terkait kejadian tersebut,” ujarnya.

Saat ini, pendalaman kasus pemerasan tersebut telah dilimpahkan ke Satuan Reserse Kriminal Polres Penajam Paser Utara (PPU). Polisi masih menelusuri identitas pelaku.

“Akun TikTok terduga pelaku sudah tidak aktif. Proses pendalaman masih berjalan,” ucapnya.

Baca Juga:   Dari Ikan untuk Penanganan Stunting hingga Pengembangan Kuliner di PPU

Terkait informasi yang menyebut pelaku mengaku sebagai anggota polisi gabungan, Syaifuddin belum dapat memastikan kebenarannya. Ia menyebut korban masih mengalami trauma berat.

“Setiap ditanya soal itu, korban langsung syok dan sempat pingsan,” ungkapnya.

Ia menegaskan, antara korban dan pelaku tidak memiliki hubungan pribadi. Keduanya hanya berkomunikasi melalui media sosial dan tidak pernah bertemu langsung.

“Hanya kenal lewat TikTok, komunikasinya sekitar seminggu. Ada kemungkinan pelaku berasal dari luar daerah,” pungkasnya. (TN01)