TITIKNOL.ID – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memastikan layanan dasar di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) siap menyambut perpindahan aparatur sipil negara (ASN).
Layanan tersebut meliputi kesehatan, pendidikan, jaminan sosial, hingga kebebasan beragama dan beribadah.
Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik Otorita IKN, Troy Pantouw, menegaskan layanan dasar merupakan hak konstitusional warga negara yang wajib dipenuhi pemerintah, termasuk bagi ASN dan keluarganya yang akan bermukim di IKN.
“Pelayanan dasar menjadi kunci agar ASN dapat pindah dan bekerja dengan tenang di IKN,” ujar Troy dalam keterangan tertulisnya, Senin (9/2/2026).
Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, menjelaskan saat ini telah tersedia empat rumah sakit di IKN, tiga di antaranya sudah beroperasi, yakni Rumah Sakit Hermina Nusantara, Rumah Sakit Mayapada Nusantara, dan RSUP Kemenkes Nusantara.
Ia menyebut rasio tempat tidur rumah sakit di IKN sudah mencapai dua hingga tiga tempat tidur per 1.000 penduduk, melampaui standar nasional minimal satu tempat tidur per 1.000 penduduk.
Selain layanan kuratif, OIKN juga mendorong langkah preventif melalui pengendalian penyakit, seperti demam berdarah, dengan pengelolaan lingkungan, penaburan ikan pemakan jentik di embung, serta edukasi kesehatan.
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) juga digelar dua kali setahun untuk memetakan kondisi kesehatan pegawai.
“Hasil CKG menunjukkan lebih dari 30 persen pegawai usia di bawah 30 tahun mengalami hiperglikemia, disertai peningkatan kolesterol dan tekanan darah. Ini menjadi perhatian serius,” jelas Suwito.
Pada sektor pendidikan, OIKN menyiapkan sekolah terpadu jenjang PAUD hingga SMA yang mulai beroperasi pada tahun ajaran baru.
Sejumlah institusi juga segera hadir, seperti Sekolah Taruna Nusantara, Sekolah Garuda, sekolah terpadu Kementerian Agama, serta empat sekolah internasional.
Untuk jaminan sosial, layanan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan telah tersedia di wilayah KIPP.
Sementara itu, Masjid Negara IKN direncanakan mulai beroperasi pada Ramadan 1447 Hijriah, didukung 12 masjid dan 37 musala, sebagai pusat kegiatan ibadah dan kebersamaan bagi masyarakat IKN. (*)












