BontangTitiknolKaltim

Detik-detik Menegangkan Buaya Besar Muncul di Loktuan Bontang, Serang Anak di Bawah Kolong Rumah

52
×

Detik-detik Menegangkan Buaya Besar Muncul di Loktuan Bontang, Serang Anak di Bawah Kolong Rumah

Sebarkan artikel ini
GANASNYA BUAYA KARIANGAU - Ilustrasi buaya liar hidup di alam bebas. Seorang pria dilaporkan hilang di perairan Kariangau, Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Selasa (14/10/2025) malam. Korban diduga kuat diterkam buaya saat beraktivitas bersama sejumlah warga lainnya. (Meta Ai)

TITIKNOL.ID, BONTANG – Ketenangan warga Kampung Nelayan Selambai, Kelurahan Loktuan, Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur, dikejutkan dengan aksi ganas predator air.

Seekor buaya berukuran besar kembali menyerang warga di kawasan rawa-rawa pemukiman pada Sabtu (28/2/2026) siang.

Korbannya adalah Abisar, seorang remaja berusia 11 tahun. Hingga saat ini, korban dilaporkan masih menjalani perawatan intensif dan tindakan operasi akibat luka serius yang dideritanya.

Bhabinkamtibmas Loktuan, Aiptu Bambang Sumantri, menjelaskan bahwa insiden bermula saat Abisar sedang asyik berenang bersama rekan-rekannya sekitar pukul 14.00 Wita.

Lokasi kejadian berada di kawasan rawa tembusan Selambai yang tak jauh dari rumah warga.

Naas, saat air mulai pasang, seekor buaya yang diperkirakan memiliki panjang 4,5 meter muncul secara tiba-tiba dan langsung menerkam korban.

“Anak-anak saat itu sedang berenang dan tidak menyadari keberadaan buaya. Korban mengalami luka gigitan di bagian leher, kepala, hingga perut,” ujar Bambang, Sabtu (28/2/2026).

Beruntung, warga yang berada di sekitar lokasi segera bertindak cepat memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban ke daratan.

Predator tersebut langsung menghilang ke dalam air sesaat setelah melancarkan serangan.

Imbauan dari Kelurahan

Lurah Loktuan, Supriadi, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, peristiwa berlangsung sangat cepat saat kondisi air sedang naik.

Ia menyayangkan anak-anak yang tetap berada di air meski air pasang mulai membahayakan.

“Anak-anak itu sudah bermain sejak sebelum air pasang. Namun, saat air naik, mereka belum juga naik ke darat dan tetap lanjut berenang di bawah kolong rumah,” kata Supriadi.

Menanggapi insiden berulang ini, pihak kelurahan mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh warga, terutama para orang tua, untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak-anak di sekitar perairan.

Baca Juga:   Harga BBM Non Subsidi Turun per 1 Januari 2026, Pertamax hingga Dex Lebih Murah‎

“Kami meminta orang tua lebih waspada. Jangan biarkan anak-anak bermain sendirian di area rawan, terutama saat air pasang, demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (*)