Titiknol IKN

IKN Terima Hibah Rp41,9 Miliar dari AS untuk Perkuat Smart City, Basuki: Fondasi Kota Cerdas dan Berkelanjutan

29
×

IKN Terima Hibah Rp41,9 Miliar dari AS untuk Perkuat Smart City, Basuki: Fondasi Kota Cerdas dan Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
IKN KEMAJUAN INDONESIA - Panorama ibu kota baru Indonesia bernama IKN Nusantara. Bukan sekadar pindah alamat kantor, perjalanan ASN menuju Nusantara adalah babak baru dalam sejarah birokrasi Indonesia yang lebih hijau dan modern. (OIKN)

TITIKNOL.ID – Ibu Kota Nusantara (IKN) mendapat suntikan dana hibah dari Pemerintah Amerika Serikat senilai US$ 2,49 juta atau sekitar Rp 41,9 miliar (kurs Rp 16.825 per dolar AS).

Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat perencanaan Smart City di ibu kota baru Indonesia.

‎Hibah ini disalurkan melalui U.S. Trade and Development Agency (USTDA) dan ditandai dengan penandatanganan kontrak kerja sama antara Otorita IKN dan Pemerintah AS pada Rabu (25/02/2026) di Kantor Otorita IKN.

‎Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyambut dukungan tersebut dan menegaskan bahwa transformasi digital menjadi fondasi utama pembangunan Nusantara.

‎“Visi kami jelas, yaitu Nusantara harus menjadi kota yang hijau, berkelanjutan, dan secara fundamental cerdas,” ujar Basuki dikutip dari laman resmi IKN, Sabtu (28/2/2026).

‎Ia menjelaskan, asistensi teknis dari hibah tersebut akan dimanfaatkan untuk menyusun berbagai dokumen strategis, mulai dari Smart City Enterprise Architecture, paket pengadaan yang siap investasi, model pembiayaan dan investasi, hingga kerangka kerja berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG).

‎Selain itu, akan disusun pula peta jalan peningkatan kapasitas (capacity building roadmap) serta tahapan implementasi agar pengembangan Smart City IKN berjalan terstruktur, transparan, dan menarik bagi investor global.

‎USTDA sendiri merupakan lembaga independen Pemerintah AS yang bertujuan mendorong pembangunan ekonomi di negara berkembang sekaligus memperkuat hubungan perdagangan dan investasi.

Dukungan ini dinilai mencerminkan kepercayaan internasional terhadap visi IKN sebagai kota masa depan berbasis teknologi dan keberlanjutan.

‎Proyek ini melibatkan konsorsium yang dipimpin Eficens Systems Inc sebagai pelaksana teknis.

Sejumlah mitra lain turut terlibat, antara lain Frost & Sullivan (AS dan Indonesia), ASECH Indonesia, Mirekel, serta PT Searce Technologies Indonesia yang merupakan partner Google Cloud Platform.

‎Anggota Dewan Frost & Sullivan Amerika sekaligus Project Director inisiatif ini, Subhranshu Sekhar Das, menyebut Nusantara berpeluang menjadi lebih dari sekadar kota cerdas.

Baca Juga:   ‎Investasi Rp 225 Triliun Siap Masuk IKN, Basuki: Kita di Titik Tanpa Balik

Menurutnya, IKN dapat berevolusi menjadi “Cognitive City”, yakni kota dengan sistem kecerdasan adaptif yang mampu belajar dan mengoptimalkan tata kelola, infrastruktur, serta layanan publik melalui pemanfaatan teknologi seperti agentic AI dan platform pengetahuan terfederasi.

‎Pada hari yang sama, turut digelar rapat proyek perdana yang dihadiri Senior Representative USTDA untuk Indonesia, Yolanda Hanna, bersama jajaran konsorsium.

Melalui hibah ini, Otorita IKN menegaskan komitmennya agar Nusantara tidak hanya dibangun secara fisik, tetapi juga dirancang dengan sistem digital yang matang dan siap investasi, sekaligus menjadi model pengembangan kota cerdas di tingkat nasional maupun global. (*/)