PenajamTitiknolKaltim

Sempat Harga Capai Rp100 Ribu per Kilogram, Kini Cabai di PPU Berangsur Normal

29
×

Sempat Harga Capai Rp100 Ribu per Kilogram, Kini Cabai di PPU Berangsur Normal

Sebarkan artikel ini
Harga cabai di pasaran Kabupaten PPU sempat meroket hingga Rp100 ribu per kilogram, kini harga melandai menjadi Rp60 ribu per kilogram.

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Harga cabai di pasaran Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai melandai. Setelah sempat menyentuh Rp100 ribu per kilogram, kini harga di tingkat konsumen turun menjadi Rp60 ribu per kilogram.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian PPU, Gunawan, memastikan dari sisi produksi pertanian kondisi tetap terkendali.

Berdasarkan pemantauan petugas informasi pasar (PIP) di lapangan, harga di tingkat produsen berada di kisaran Rp48 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram.

“Sekarang sudah turun Rp60 ribu per kilogram di tingkat konsumen. PIP melaporkan harga jual produsen Rp48 ribu sampai Rp50 ribu per kilogram,” ujar Gunawan, Selasa (3/3/2026).

Ia menyebut, harga di tingkat petani masih berada dalam kisaran Harga Acuan Penjualan (HAP) pemerintah, yakni Rp45 ribu hingga Rp57 ribu per kilogram. Namun, lonjakan harga sebelumnya menjadi catatan serius.

“Ini kelemahan kita, kebijakan harga pertanian belum bisa sepenuhnya mengendalikan. Padahal produksi kita sebenarnya melebihi kebutuhan wilayah PPU,” ungkapnya.

Menurut dia, fluktuasi harga lebih mungkin terjadi di jalur distribusi atau persoalan stok di tingkat pasar. Sebab, dari sisi produksi, petani dinilai masih aman.

“Produsen panen diambil tengkulak, mereka punya ring penjualan sendiri. Polanya saling menguntungkan, baik saat harga mahal maupun murah,” jelas Gunawan.

Gunawan bilang, berdasarkan laporan Early Warning System (EWS), harga cabai sejatinya masih dalam batas normal. Pengawasan tetap berjalan, meski fokus operasi pasar dan saber pangan lebih banyak menyasar komoditas beras dan daging.

“Kalau di tingkat petani tidak bergejolak. Kemungkinan persoalannya ada di distribusi atau ketersediaan di pasar,” tegasnya.

(TN01)