TITIKNOL.ID, PENAJAM – Debit air baku di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Lawe-Lawe, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), turun dari 110 liter per detik menjadi 90 liter per detik.
Direktur Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT) PPU, Abdul Rasyid, mengatakan penurunan terjadi seiring peralihan musim ke kemarau.
Ia mengkhawatirkan Bendung Lawe-Lawe tidak mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Penajam dan sekitarnya. Pasalnya, curah hujan lebih sering terjadi di wilayah hilir dibandingkan hulu, yang menjadi sumber suplai air.
“Kita khawatirkan itu Bendung Lawe-Lawe. Karena di Penajam ini hujan seringnya di hilir, bukan di hulu, sehingga suplai air kita tidak ada,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Menurut dia, jika tidak ada hujan di wilayah hulu, pasokan air bersih hanya mampu bertahan selama dua bulan.
“Dengan catatan tidak ada hujan sama sekali, kita hanya mampu bertahan dua bulan,” kata Rasyid.
Ia menambahkan, kondisi serupa pernah terjadi pada 2019 saat kemarau panjang selama enam hingga tujuh bulan membuat debit air turun hingga 10 liter per detik.
“Jadi debitnya turun karena memang tidak ada hujan di hulu,” tambahnya.
Untuk mengantisipasi, pihaknya bersama pemerintah daerah menyiapkan langkah optimalisasi Bendung Lawe-Lawe, termasuk peningkatan embung sebagai cadangan air baku.
“Lawe-lawe itu harus segera ditangani. Kita harapkan ada peningkatan embung supaya ada cadangan air,” tutupnya.
(TN01)












