TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal sebagai langkah strategis dalam menghadapi pesatnya pembangunan di wilayah Kabupaten PPU dan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan dan Sertifikasi Petugas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi Jenjang 3 yang diikuti oleh 60 warga dari Desa Labangka dan Desa Api-Api, Kecamatan Babulu.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 Juni 2026, digelar di Gedung Serbaguna Desa Labangka.
Pelatihan tersebut dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Sekretariat Daerah Kabupaten PPU, Sodikin, yang hadir mewakili Bupati PPU, Mudyat Noor.
Dalam sambutannya, Sodikin menegaskan bahwa peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi menjadi kebutuhan yang sangat penting di tengah tingginya aktivitas pembangunan yang berlangsung di Kabupaten PPU maupun kawasan IKN.
Menurutnya, tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan sertifikasi resmi akan memiliki peluang lebih besar untuk terlibat dalam berbagai proyek pembangunan yang saat ini terus berkembang di wilayah tersebut.
Ia menjelaskan bahwa sertifikasi kompetensi di bidang jasa konstruksi bukan hanya sekadar pelengkap administrasi, tetapi merupakan amanat peraturan perundang-undangan yang wajib dipenuhi oleh tenaga kerja konstruksi.
“Sertifikasi menjadi bukti pengakuan atas kemampuan, keterampilan, dan profesionalisme seseorang dalam menjalankan pekerjaannya,” ujarnya.
Sodikin menambahkan, posisi Kabupaten PPU yang menjadi daerah penyangga sekaligus gerbang menuju IKN memberikan peluang besar bagi masyarakat lokal untuk terlibat langsung dalam pembangunan nasional tersebut.
Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya menyiapkan putra-putri daerah agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya di sektor konstruksi yang saat ini menjadi salah satu bidang paling berkembang.
“PPU memiliki posisi yang sangat strategis sebagai daerah penyangga sekaligus gerbang menuju IKN. Oleh karena itu, masyarakat lokal harus dipersiapkan agar mampu menjadi bagian dari pembangunan yang sedang berlangsung,” katanya.
Ia berharap melalui pelatihan dan sertifikasi tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga memiliki daya saing yang lebih tinggi dalam memasuki pasar kerja.
“Kita ingin putra-putri daerah memiliki kompetensi yang memadai sehingga dapat berkontribusi secara nyata dan memperoleh manfaat dari berbagai peluang yang terbuka,” tutupnya. (*/)












