Penajam

Andalkan Kecamatan Babulu, Distan PPU Optimistis Pasokan Pangan Aman dari Kekeringan

3
×

Andalkan Kecamatan Babulu, Distan PPU Optimistis Pasokan Pangan Aman dari Kekeringan

Sebarkan artikel ini

Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memastikan sektor pertanian daerah masih berada dalam kondisi stabil.

ANDALKAN BABULU –  Kepala Dinas Pertanian PPU, Rozihan Asward, mengatakan bahwa berbagai komoditas pertanian di daerah tersebut terus berkembang sesuai dengan karakteristik lahan yang dimiliki. (TRIBUNKALTIM.CO/IPAN SAPUTRA)

TITIKNOL.ID,PENAJAM – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memastikan sektor pertanian daerah masih berada dalam kondisi stabil.

Meskipun dibayangi tantangan perubahan iklim dan ancaman kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, pasokan pangan di PPU dipastikan tetap aman.

Kepala Dinas Pertanian PPU, Rozihan Asward, mengatakan bahwa berbagai komoditas pertanian di daerah tersebut terus berkembang sesuai dengan karakteristik lahan yang dimiliki.

Salah satu komoditas yang menunjukkan hasil cukup baik adalah pepaya, yang saat ini telah memiliki sentra produksi di Kecamatan Babulu.

Menurutnya, tanaman pepaya sangat cocok dengan kondisi tanah dan iklim di PPU sehingga mampu tumbuh dan berproduksi secara optimal.

“Pepaya merupakan salah satu tanaman yang cukup sesuai dengan kondisi lahan kita. Saat ini sentra pengembangannya sudah ada di Babulu dan hasilnya cukup baik,” ujar Rozihan, Selasa (16/6/2026).

Selain pepaya, pengembangan sektor hortikultura juga terus digenjot. Namun berbeda dengan tanaman pangan yang umumnya terpusat di kawasan tertentu, komoditas hortikultura tersebar di berbagai wilayah karena luas lahan yang dibutuhkan relatif lebih kecil.

“Kalau tanaman pangan memang lebih banyak terpusat di Babulu karena hamparannya luas. Sementara untuk hortikultura tersebar di empat kecamatan karena umumnya ditanam pada lahan yang tidak terlalu besar,” jelasnya.

Kecamatan Babulu sendiri hingga kini masih menjadi kawasan andalan pertanian Kabupaten PPU.

Wilayah tersebut memiliki hamparan lahan pertanian yang sangat luas dan menjadi pusat produksi berbagai komoditas tanaman pangan utama yang menopang kebutuhan daerah.

Baca Juga:   Pemindahan ASN ke IKN, Pemkab PPU Dorong Penyesuaian Data Penduduk

Meski memiliki potensi besar, tantangan utama yang masih dihadapi petani setempat adalah masalah irigasi.

Sebagian besar lahan persawahan di PPU masih berstatus sawah tadah hujan yang sangat bergantung pada kondisi cuaca dan curah hujan harian.

Kendati demikian, Distan PPU menilai kondisi lapangan saat ini masih cukup kondusif. Curah hujan yang relatif stabil dalam beberapa waktu terakhir membuat dampak kekeringan belum memberikan pengaruh signifikan terhadap aktivitas pertanian.

“Sebagian besar sawah kita memang masih mengandalkan air hujan. Namun hingga saat ini curah hujan masih cukup bersahabat, sehingga petani belum merasakan dampak kekeringan yang berarti,” katanya.

Ia menambahkan, para petani di PPU sudah terbiasa menghadapi pola cuaca yang berubah-ubah setiap tahun, sehingga mereka mampu menyesuaikan waktu tanam dengan kondisi riil di lapangan.

Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kemarau panjang, pemerintah daerah bersama Kementerian Pertanian telah menyiapkan sejumlah program mitigasi. Dukungan tersebut mulai dari penyediaan sarana produksi pertanian hingga program percepatan tanam.

“Berbagai langkah mitigasi sudah kami lakukan, termasuk program percepatan tanam dan dukungan dari pemerintah pusat. Saat ini sebagian besar petani juga telah menyelesaikan masa tanam, sehingga kondisi pertanian masih relatif aman,” pungkas Rozihan.

Distan PPU berharap kondisi cuaca yang mendukung ini dapat terus berlanjut. Dengan begitu, produktivitas pertanian tetap terjaga dan mampu terus berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah, terutama di tengah melonjaknya kebutuhan pangan seiring perkembangan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). (TN02)