TITIKNOL.ID – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Pemerintah Korea Selatan resmi memulai pembangunan Smart City Cooperation Center (SCCC) sebagai bagian dari pengembangan konsep kota pintar di Nusantara.
Proyek tersebut didukung hibah kerja sama senilai 9,9 miliar Won Korea Selatan atau sekitar Rp115,94 miliar.
SCCC dibangun di Sub Wilayah Perencanaan Permukiman Barat 1A, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara.
Fasilitas ini diproyeksikan menjadi pusat kolaborasi teknologi, pendidikan, dan inovasi dalam mendukung transformasi IKN sebagai kota cerdas yang berkelanjutan.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengatakan lokasi pembangunan SCCC sangat strategis dan menjadi simbol penguatan kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan dalam pengembangan teknologi perkotaan modern.
Menurut Basuki, Otorita IKN akan memberikan dukungan penuh terhadap proses pembangunan, termasuk kemudahan perizinan yang diperlukan untuk mempercepat realisasi proyek tersebut.
“Untuk semua perizinan, jangan khawatir semuanya ada di kami. Pemanfaatan bangunan ini sangat bagus idenya dan saya berharap dapat membantu kami membangun smart city laboratorium yang bisa digunakan untuk pendidikan sekaligus memperkenalkan teknologi dari Korea Selatan,” ujarnya.
Dari total nilai hibah yang diberikan, sekitar 5,5 miliar Won atau setara Rp64,41 miliar dialokasikan untuk pembangunan gedung SCCC.
Bangunan seluas kurang lebih 1.098 meter persegi itu akan terdiri atas dua lantai dengan berbagai fasilitas pendukung teknologi.
Lantai pertama akan difungsikan sebagai pusat ruang kendali (control room) dan ruang pertemuan, sedangkan lantai kedua akan digunakan sebagai area pameran teknologi serta laboratorium kecerdasan buatan dan robotika (AI and Robotics Lab).
Selain itu, area luar bangunan akan dimanfaatkan sebagai kawasan urban farming yang menjadi bagian dari demonstrasi penerapan teknologi kota pintar.
Pembangunan gedung direncanakan berlangsung selama 10 bulan dan ditargetkan selesai pada akhir 2027.
Tidak hanya pembangunan fisik, program hibah tersebut juga mencakup penyusunan Smart City Masterplan dan Smart Building Protocol oleh Korea Institute of Civil Engineering and Building Technology (KICT), serta penyelenggaraan Nusantara Smart City Forum dan Capacity Building Program oleh University of Seoul.
Melalui program ini, Indonesia dan Korea Selatan diharapkan dapat memperkuat transfer pengetahuan, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta kerja sama jangka panjang dalam mewujudkan Nusantara sebagai kota pintar modern yang mampu bersaing di tingkat global. (*/)










