
TITIKNOL.ID, SENDAWAR – Tingginya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Hingga pertengahan 2026, sebanyak 2.780 pekerja dilaporkan terdampak PHK, sehingga diperlukan langkah konkret untuk membuka kembali peluang kerja bagi masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutai Barat, Welsi, mengatakan pemerintah daerah tidak akan tinggal diam menghadapi kondisi tersebut.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar Job Fair Kubar 2026 pada 27–28 Agustus mendatang di GOR Desnan Sendawar.
Pernyataan itu disampaikan Welsi saat Rapat Persiapan Pelaksanaan Job Fair Kubar 2026 di Auditorium Aji Tulur Jejangkat, Kantor Bupati Kutai Barat, Selasa (7/7/2026).
”Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan. Kami tidak akan berdiam diri. Melalui Job Fair ini, kami terus berupaya membuka lebih banyak peluang kerja sebagai langkah menekan angka PHK,” ujarnya.
Menurut Welsi, pelaksanaan Job Fair diharapkan menjadi salah satu solusi untuk menekan angka pengangguran sekaligus mengurangi tingkat kemiskinan di Kutai Barat melalui perluasan akses masyarakat terhadap dunia kerja.
Ia menjelaskan, berbagai upaya yang dilakukan pemerintah daerah mulai menunjukkan hasil. Pada 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kutai Barat berhasil turun sebesar 0,31 persen.
Disnakertrans optimistis pelaksanaan Job Fair tahun ini mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal, terutama dengan melibatkan lebih banyak perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan.
”Harapan kami, semakin banyak perusahaan yang membuka lowongan dan semakin banyak masyarakat Kubar yang memperoleh pekerjaan,” pungkas Welsi.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berharap ribuan warga yang terdampak PHK dapat kembali memperoleh kesempatan bekerja sehingga mampu memperbaiki kondisi ekonomi keluarga sekaligus mendorong penurunan angka pengangguran di daerah. (yan/adv/diskominfo)












