TITINOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tetap memprioritaskan sektor pendidikan dan kesehatan di tengah penyesuaian kemampuan keuangan daerah pada 2026.
Bupati PPU, Mudyat Noor, mengatakan pelayanan dasar masyarakat tidak boleh terabaikan meskipun pemerintah daerah menghadapi keterbatasan fiskal akibat penurunan Transfer ke Daerah (TKD).
Hal tersebut disampaikannya dalam Talkshow Zona Inspirasi Kompas TV bertema Penajam Paser Utara, Menata Masa Depan, Rabu (4/11/2026).
Mudyat menjelaskan, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kesiapan masyarakat lokal dalam menghadapi perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong program peningkatan akses pendidikan, di antaranya melalui Kartu Penajam Cerdas (KPC) dan pemberian beasiswa bagi pelajar serta mahasiswa.
Ia mengungkapkan, pada 2025 Pemkab PPU mengalokasikan anggaran sekitar Rp7,9 miliar untuk program beasiswa dengan jumlah penerima sebanyak 1.453 pelajar.
Program tersebut mencakup Beasiswa Karir sebanyak 54 penerima, Beasiswa Stimulan Prestasi 436 penerima, Beasiswa Religi 144 penerima, dan Beasiswa Nawasena sebanyak 692 penerima.
Selain itu, pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan tenaga profesional di bidang strategis, termasuk bidang kedokteran melalui dukungan beasiswa khusus.
”Kita tidak hanya memberikan bantuan pendidikan, tetapi juga mulai mengarahkan investasi SDM untuk memenuhi kebutuhan pembangunan daerah ke depan,” terang Mudyat Noor.
Menurut Mudyat, keberlanjutan program pendidikan tetap menjadi perhatian pemerintah daerah. Namun, pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah, kriteria penerima manfaat, serta evaluasi hasil program.
Di sektor kesehatan, pemerintah daerah juga memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pelayanan dasar, mulai dari ketersediaan tenaga medis, obat-obatan, peralatan kesehatan, hingga pelayanan rujukan.
Peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit daerah, ketersediaan dokter spesialis, pelayanan kesehatan ibu dan anak, penanganan stunting, serta pemerataan akses layanan kesehatan di seluruh kecamatan menjadi perhatian pemerintah.
”Kita akan memprioritaskan kebutuhan yang berdampak langsung terhadap keselamatan dan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya.
Selain itu pertemuannya dengan Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono beberapa waktu lalu Pemkab PPU berhasil memperoleh dukungan anggaran dari Kementerian Kesehatan RI senilai Rp46 miliar untuk Tahun 2026.
Bantuan ini difokuskan pada penyediaan alat kesehatan modern seperti CT-Scan dan Cathlab untuk RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB), serta peningkatan infrastruktur RSUD Sepaku dan puskesmas di empat kecamatan.
“PPU membutuhkan sinergi langsung dengan Kemenkes untuk mendukung peningkatan layanan dasar di bidang kesehatan. Hadirnya IKN Nusantara menuntut percepatan pembangunan dan pemerataan pelayanan,” ujar Bupati Mudyat.
Selain pendidikan dan kesehatan, Pemkab PPU juga mendorong pembangunan berbasis partisipasi masyarakat melalui program Dana Tangguh RT.
Menurutnya, program tersebut memberikan ruang lebih besar kepada masyarakat untuk menentukan kebutuhan pembangunan di lingkungan masing-masing.
Melalui pengurus RT bersama warga, berbagai kebutuhan seperti jalan lingkungan, drainase, penerangan, fasilitas sosial, kebersihan, dan pemberdayaan masyarakat dapat diidentifikasi untuk kemudian diusulkan sesuai mekanisme yang berlaku.
Mudyat menegaskan, program tersebut bukan sekadar memberikan alokasi anggaran kepada RT, melainkan membangun budaya pembangunan yang partisipatif, transparan, dan akuntabel.
”Masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi bagian dari proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan,” katanya.
Ia berharap program-program tersebut mampu memastikan manfaat pembangunan dirasakan langsung oleh masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas SDM dan kesejahteraan warga PPU di tengah perkembangan IKN.(Humas/Adv/KominfoPPU)
Hadapi Penyesuaian Anggaran, Mudyat Noor Pastikan Pendidikan dan Kesehatan Tetap Jadi Prioritas











