Penajam

DPRD PPU: Kampung Nelayan Merah Putih Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Kuliner

1
×

DPRD PPU: Kampung Nelayan Merah Putih Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Kuliner

Sebarkan artikel ini

DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melihat Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi kawasan ekonomi pesisir yang lebih luas

KAMPUNG NELAYAN –  Anggota Komisi I DPRD PPU, Irawan Heru Suryanto, mengatakan keberadaan KNMP semestinya mampu memberikan dampak ekonomi bagi berbagai kelompok masyarakat, bukan hanya nelayan. (HO)

TITIKNOL.ID,PENAJAM – DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melihat Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi kawasan ekonomi pesisir yang lebih luas.

Tak hanya mendukung aktivitas perikanan, kawasan tersebut juga berpotensi menjadi destinasi wisata kuliner yang membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar.

Anggota Komisi I DPRD PPU, Irawan Heru Suryanto, mengatakan keberadaan KNMP semestinya mampu memberikan dampak ekonomi bagi berbagai kelompok masyarakat, bukan hanya nelayan.

Pedagang, pemilik warung makan, hingga pelaku usaha kecil di sekitar kawasan juga diharapkan ikut merasakan manfaat pembangunan tersebut.

“Nanti kan itu dampaknya juga ke nelayan, pedagang-pedagang di situ, mungkin warung-warung makan,” kata Irawan, Jumat (6/11/2026).

Menurutnya, aktivitas perikanan yang berlangsung di kawasan KNMP dapat menjadi modal untuk mengembangkan usaha turunan, terutama sektor kuliner.

Hasil tangkapan nelayan bisa diolah dan dipasarkan melalui berbagai usaha makanan laut yang berpotensi menarik pengunjung.

“Bisa jadi objek wisata nanti, karena ikan bakar,” ujar Irawan.

Lebih lanjut, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menilai, potensi tersebut perlu ditangkap melalui perencanaan yang matang.

Pemerintah daerah tidak cukup hanya memastikan pembangunan fisik dan penyediaan fasilitas kawasan, tetapi juga harus menyiapkan sistem pengelolaan yang mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Ia menegaskan, kualitas manajemen pengelolaan akan menentukan sejauh mana KNMP dapat berkembang dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Saya mendukung supaya nanti pembangunannya bisa maksimal. Bukan hanya pembangunannya, tetapi manajemen pengelolaannya juga harus maksimal,” tegasnya.

Selain pengelolaan, keterlibatan berbagai pihak juga menjadi perhatian DPRD.

Baca Juga:   Anggota DPRD PPU Mahyudin Tegaskan Infrastruktur dan Alat Pertanian Modern Kunci Kesejahteraan Petani PPU

Irawan meminta pemerintah membangun koordinasi dengan seluruh unsur yang berkaitan dengan sektor perikanan, termasuk nelayan, pedagang, pelaku usaha, dan masyarakat di sekitar kawasan.

“Semua komponen yang terkait masalah dunia perikanan harus terlibat,” katanya.

Menurutnya, kolaborasi tersebut diperlukan agar pengembangan KNMP tidak hanya berorientasi pada aktivitas perikanan, tetapi juga mampu menghubungkannya dengan sektor perdagangan dan jasa.

Dengan begitu, perputaran ekonomi yang tercipta dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Sebelumnya, Dinas Perikanan PPU menyampaikan bahwa pembangunan KNMP direncanakan menyasar tiga wilayah, yakni Kelurahan Nenang, Kelurahan Tanjung Tengah, dan Desa Api-Api.

Program yang berasal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan tersebut juga membutuhkan dukungan pemerintah daerah dalam menyiapkan lingkungan serta fasilitas penunjang.

Irawan berharap pengembangan KNMP sejak awal disertai konsep pengelolaan yang jelas dan melibatkan seluruh komponen terkait.

Dengan perencanaan yang tepat, kawasan tersebut tidak hanya menjadi fasilitas pendukung bagi nelayan, tetapi juga berkembang sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Potensi wisata kuliner berbasis hasil laut pun diharapkan menjadi salah satu penggerak ekonomi baru di Kabupaten PPU, sekaligus membuka kesempatan usaha yang lebih luas bagi masyarakat sekitar. (Advertorial)