Balikpapan

317 Kasus HIV di Balikpapan,  Ternyata Penderita Dari 3 Daerah Ini

592
×

317 Kasus HIV di Balikpapan,  Ternyata Penderita Dari 3 Daerah Ini

Sebarkan artikel ini

Jumlah kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) 2023 lalu mencapai 317 penderita di Balikpapan

ILUSTRASI – Jumlah kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) 2023 lalu mencapai 317 penderita di Balikpapan. TITIKNOL.ID/HO

TITIKNOL.ID,BALIKPAPAN – Jumlah kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) 2023 lalu mencapai 317 penderita di Balikpapan.

Jumlah ini diketahui setelah dilakukan  skrining HIV terhadap 20 ribu orang.

Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, dr I Dewa Gede Dony Lesmana menjelaskan, namun angka kasus HIV mengalami penurunan dari tahun 2022 sebanyak 338 kasus, sehingga penambahan angka kasus HIV di Balikpapan tidak terlalu signifikan.

Data ini lanjutnya, diambil dari layanan kesehatan yang ada di Kota Balikpapan kemudian direkap.

Ia mengatakan pasien yang terindikasi positif HIV lebih banyak usia produktif yakni rata-rata 25-49 tahun.

 Itupun tidak semua dari Balikpapan, akan tetapi ada juga berasal dari luar kota Balikpapan yakni Paser dan dari Penajam Paser Utara (PPU) dan juga Kutai Timur (Kutim).

“Karakteristik pengidap HIV itu mereka senang berobat ke lokasi yang jauh karena memang faktor kerahasiaan. Jadi sengaja mereka berobat jauh,” terangnya.

Dari hasil skrining tersebut, kasus HIV populasi terpecah sehingga bermacam-macam, ada yang disebabkan seks antar laki -laki, pekerja seks, ada yang waria transgender dan lainnya.

“Paling dominan untuk di Balikpapan itu sama dengan nasional. Jadi populasi kuncinya di Balikpapan dari laki,” ungkapnya.

Berdasarkan rekapan data, resiko penyebaran HIV untuk ditingkat Kecamatan di Balikpapan berada di Kecamatan Balikpapan Kota.

Untuk itu, Dinas Kesehatan Kota Balikpapan terus melakukan upaya untuk menemukan kasus sebanyak-banyaknya, sehingga dapat dilakukan pengobatan dan memutus rantai penularan.

Pihaknya terus menggencarkan testing dan memperbanyak membuka pengobatan, bisa berobat di Puskesmas, rumah sakit swasta dan negeri. “Jadi ketemu positif langsung kami lakukan penanganan sama dengan penggunaan alat kontrasepsi sebagai langkah pencegahan,” terangnya.

Baca Juga:   Pj Bupati PPU akan Perjuangkan Hak Masyarakat yang Terdampak Bandara VVIP IKN

Berdasarkan data, Ia pun menjelaskan dari kasus positif HIV tersebut, pasien yang meninggal sekitar 27-28 orang.

Namun tidak seluruhnya berasal dari 317 kasus, karena pasien meninggal itu terdapat pasien lama. (*)