TitiknolKaltara

Jelang Mudik 1444 H Dishub Kaltara bakal Periksa Kelayakan Speed Boat

515
×

Jelang Mudik 1444 H Dishub Kaltara bakal Periksa Kelayakan Speed Boat

Sebarkan artikel ini

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kaltara, Andi Nasuha. TITIKNOL.ID

TITIKNOL.ID, TANJUNG SELOR – Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Utara akan memeriksa kelayakan armada kapal cepat atau speed boat demi kenyaman dan keselamatan penumpang pada arus mudik Lebaran 2023 ini.

“Tentu akan dilakukan pemeriksaan. Terkait jadwalnya, kami masih menunggu kepastian dari Pusat,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Utara, Andi Nasuha, Selasa (4/4/2023).

Untuk diketahui, perahu cepat adalah transportasi massal yang paling banyak digunakan masyarakat Kalimantan Utara untuk terhubung antar daerah baik kabupaten maupun kota.

Trayek pulang pergi yang sehari-hari cukup sibuk adalah trayek Tarakan-Tanjung Selor; Tarakan-Malinau; Tarakan-Tidung Pale; Tarakan-Pulau Bunyu; Tarakan-Nunukan: Tarakan-Sungai Nyamuk; dan Tarakan-Sembakung.

Pemeriksaan teknis, administrasi, hingga penunjang operasional perahu cepat akan diperiksa menyeluruh seperti kondisi mesin, bodi kapal cepat, fasilitas tanggap darurat, sistem alat kemudi, komponen pendukung, motoris, hingga anak buah kapal.

Kegiatan ramp check diharap meningkatkan keselamatan pelayaran sehingga memastikan angkutan umum yang keluar dari setiap pelabuhan memberikan kenyamanan dan jaminan keselamatan bagi penumpangnya.

Sebelumnya pada 30 Maret 2023 di Jakarta, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memaparkan kesiapan jelang mudik Lebaran 2023.

Menteri mengatakan, berdasarkan Survei Angkutan Lebaran 2023, terdapat potensi 123,8 juta orang warga Indonesia akan melakukan mudik. Di tahun sebelumnya, diketahui warga Indonesia yang melakukan mudik sebanyak 85 juta orang.

“Berdasarkan survei yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi Kemenhub terdapat peningkatan potensi perjalanan mudik pada perjalanan domestik. Dibanding lebaran 2022 ada kenaikan sebesar 45,67 persen,” kata Menhub.

Tingginya potensi perjalanan Lebaran 2023 dibandingkan Lebaran 2022 menjadikan perlu adanya antisipasi perjalanan melalui moda darat.

“Karena 75 persen dari total seluruh perjalanan menggunakan moda darat,” sebut dia.

Baca Juga:   BPJS-Ane' Belungon Teken MoU, Akhirnya Pekerja Sosial Dilindungi Risiko Kecelakaan dan Kematian

Diketahui dari hasil survei tersebut, moda terbanyak yang dipilih untuk angkutan mudik Lebaran yaitu mobil pribadi 27,32 juta, sepeda motor 25,13 juta, bus 22,77 juta, kereta api 14,47 juta, mobil sewa 9,53 juta.

Sedangkan pengguna angkutan umum bus sebanyak 22,77 juta, kereta api 14,47 juta, angkutan penyeberangan 6,67 juta, pesawat terbang 6,19 juta, dan kapal laut 1,66 juta.

Budi Karya menuturkan, puncak arus mudik lebaran diperkirakan terjadi pada 20-21 April 2023. Puncak arus balik pertama diperkirakan terjadi pada 25-26 April 2023, dan puncak arus balik periode kedua diperkirakan terjadi pada 30 April hingga 1 Mei 2023. (voi/red)