Pemerintah Kota Balikpapan akan melanjutkan program BPJS Kesehatan gratis tahun ini dengan menyiapkan anggaran Rp94 miliar. TITIKNOL.ID/HO
TITIKNOL.ID,BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan akan melanjutkan program BPJS Kesehatan gratis tahun ini.
Program BPJS Kesehatan gratis ini khusus untuk kelas 3 dengan kategori peserta pekerja bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP).
Pemkot Balikpapan telah memberikan bantuan dengan besaran Rp 37.800 per jiwa per bulan, sejak kepemimpinan Walikota Balikpapan, H Rahmad Mas’ud.
Jika dilihat tahun 2020, sebelum ada program kesehatan gratis peserta penerima manfaat PBPU dan BP meningkat, berjumlah 17.904 jiwa atau total anggaran Rp 8,8 miliar.
Pada tahun 2021 menjadi 160.194 jiwa dengan dana Rp 55,5 miliar. Kemudian, tahun 2022 jumlah peserta sebanyak 189.827 jiwa atau Rp 88,6 miliar dan tahun 2023 sebanyak 196.842 atau Rp 96,8 miliar.
Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Edy Gunawan data jumlah warga yang akan menerima program ini setiap bulan mengalami perubahan.
Bahkan bulan uni saja lanjutnya, sudah ada seribu lebih warga yang mendaftar untuk mendapatkan program BPJS Kesehatan gratis.
“Setiap bulan kami laporkan jumlah pemohon dan akan tetap disesuaikan dengan kondisi lapangan, apakah mereka memang layak menerima program ini atau tidak,” jelasnya.
Ia menjelaskan, untuk melakukan verifikasi itu akan ditugaskan tenaga PSM untuk mendata keluarga yang tidak mampu.
Seperti hal peserta BPJS Kesehatan sebelumnya mampu di BPJS Kesehatan kelas 1 dan 2, karena ada sesuatu hal sehingga berubah tidak mampu dan turun menjadi kelas 3.
“Nanti akan ditanya pendaftar ini mampu atau tidak. Proses pendaftaran bisa melalui kelurahan maupun kecamatan atau dia nelpon ke kita tapi kita koordinasi dulu. Sesuai aturan dengan syarat yakni pekerja bukan penerima upah dan bukan pekerja,” ungkapnya seperti yang dilansir dari BorneoFlash.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan dr Andi Sri Juliarty mengatakan, program prioritas Walikota Balikpapan Rahmad Mas’ud untuk tetap dilanjutkan tahun ini.
“Program ini setiap tahun terus dievaluasi, supaya dapat lebih bermanfaat bagi masyarakat. Anggaran sudah tersedia. Tahun ini sekitar Rp 94 miliar,” sebutnya.
“Pemanfaatan BPJS juga semakin meningkat, sudah sampai 99,9 persen. Semakin banyak yang memanfaatkan, keluhan masyarakat juga berkurang,” ujarnya.
Hampir seluruh penduduk di Kota Balikpapan sudah mempunyai BPJS Kesehatan. Apabila masyarakat Kota mempunyai keluhan terkait pelayanan BPJS Kesehatan, bisa disampaikan melalui hotline JKN online, Care Center, CHIKA, loket BPJS di rumah sakit.
“Semua bisa dimanfaatkan untuk komunikasi dengan BPJS,” pungkasnya. (*)












