Pembukaan MTQ Tingkat Nasional akan Digelar di Ibu Kota Nusantara September Mendatang

Perhelatan MTQ Nasional ini rencananya akan digelar pada bulan September tahun 2024 dan diikuti kafilah dari 38 provinsi dari seluruh Indonesia

MTQ NASIONAL – Ibu Kota Nusantara akan menjadi lokasi pembukaan MTQ tingkat nasional pada September mendatang. TITIKNOL.ID/HO

TITIKNOL.ID –  Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXX Tahun 2024 akan digelar di Ibu Kota Nusantara (IKN.

Perhelatan MTQ Nasional ini rencananya akan digelar pada bulan September tahun 2024 dan diikuti kafilah dari 38 provinsi dari seluruh Indonesia.

Sementara Pemerintah Provinsi Kaltim akan mempersiapkan kebutuhan pembukaan di Stadion Kadrie Oening.

Rencana akan dimulai sejak 2 September untuk registrasi peserta dan pembukaan akan dilakukan Presiden pada 4 September

Hal ini terungkap saat Rapat Koordinasi Persiapan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXX Tahun 2024 di Provinsi Kalimantan Timur, pada Rabu (24/1/2024) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

“Kita sudah menyampaikan kesiapan Kaltim untuk MTQ nasional tahun ini,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni melalui laman Kominfo Kaltim.

Menurut Sri Wahyuni, ada beberapa usulan yang disampaikan untuk diakomodir oleh kementerian dan lembaga, seperti Kementerian PUPR untuk acara pembukaan di Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Seperti properti, instalasi, mimbar dan lainnya untuk kebutuhan pembukaan,” sebutnya.

Sementara Pemerintah Provinsi Kaltim akan mempersiapkan kebutuhan pembukaan di Stadion Kadrie Oening.

“Karena akan dilaksanakan secara hybrid,” tambahnya.

Ia berharap pula agar pada perhelatan ini nantinya, para qori-qoriah dan tahfidz-tahfidzah seluruh Indonesia ini bisa diliput, dan disiarkan secara langsung oleh seluruh media nasional dan daerah.

“Pihak media (LPP TVRI) sudah siap dan kami akan bersurat kembali ke Kementerian Kominfo,” ungkapnya.

Selain itu, panitia penyelenggara juga bersurat ke Kementerian Perhubungan mengenai bantuan untuk transportasi kafilah-kafilah yang datang ke Kaltim. Terlebih dukungan untuk penerbangan ke Bandara APT Pranoto Samarinda saat malam hari.

Baca Juga:   78 Tahun PLN Hadir Listriki Indonesia, Rasio Elektrifikasi Nasional Capai 99,74 Persen

“Transportasi udara untuk penerbangan kafilah ke Kaltim, termasuk laut dan darat yang juga menuju ke Kaltim dan IKN,” jelasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *