Headline

5 Deretan Fakta Hutan Afrika Berbalik Arah, dari ‘Paru-Paru’ Kini jadi Sumber Emisi Karbon

25
×

5 Deretan Fakta Hutan Afrika Berbalik Arah, dari ‘Paru-Paru’ Kini jadi Sumber Emisi Karbon

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi hutan kritis, rusak parah dibalak liar tanpa tersisa oleh manusia.  

Hutan tropis Afrika, salah satu paru-paru dunia, kini telah mengkhianati perannya, beralih dari penyerap karbon menjadi sumber emisi yang mengancam stabilitas iklim planet

TITIKNOL.ID – Hasil penelitian terbaru yang dimuat dalam Scientific Reports telah membunyikan alarm global terkait kondisi hutan tropis Afrika.

Kawasan yang vital bagi stabilitas iklim dunia ini dilaporkan telah mengalami perubahan fungsi drastis.

Berikut adalah 5 Deretan Fakta Mengejutkan mengenai krisis ekologis yang mendera hutan Afrika:

  1. Pergeseran Peran Sejak 2010

Hutan Afrika, yang dikenal sebagai salah satu penyerap karbon (carbon sink) terbesar di dunia, secara ilmiah terbukti telah berbalik peran. Pergeseran mengerikan ini, dari penyerap menjadi sumber emisi karbon (carbon source), telah terjadi sejak tahun 2010.

  1. Kehilangan Biomassa Fantastis

Antara tahun 2010 hingga 2017, hutan tropis Afrika kehilangan biomassa sekitar 106 miliar kilogram per tahun.

Jumlah biomassa yang hilang ini setara dengan bobot kolektif 106 juta mobil, menunjukkan skala deforestasi yang sangat masif.

  1. Pelaku Utama Adalah Manusia

Para peneliti menegaskan bahwa akar masalah utama adalah aktivitas antroposentrik (aktivitas manusia).

Perluasan lahan untuk produksi pangan oleh petani, pembangunan proyek infrastruktur, dan kegiatan pertambangan secara kolektif memperburuk hilangnya vegetasi dan meruntuhkan ketahanan ekosistem.

  1. Wilayah Paling Rentan

Deforestasi terjadi paling parah dan mengganggu keseimbangan CO2 di wilayah-wilayah kritis, terutama di hutan tropis lembap:

Republik Demokratik Kongo
Madagaskar
Sebagian Afrika Barat

  1. Desakan Implementasi Dana Raksasa

Temuan ini mendorong desakan global untuk bertindak cepat. Profesor Heiko Balzter, salah satu penulis senior studi, menekankan pentingnya segera meningkatkan skala inisiatif Fasilitas Hutan Tropis Selamanya (TFFF) yang diinisiasi oleh Brasil.

TFFF bertujuan memobilisasi dana lebih dari 100 miliar dolar AS untuk melindungi hutan, sebagai upaya terakhir menyelamatkan penyangga karbon alami dunia ini.

Baca Juga:   IKN Didominasi Investor Lokal, Mal hingga Rumah Sakit Siap Dibangun

(*)