Mandi Wajib Setelah Imsak, Apakah Puasa Tetap Sah? Berikut Penjelasannya

Mandi wajib junub merupakan mandi yang dilakukan untuk menghilangkan hadas besar dari tubuh.

TITIKNOL.ID – Banyak orang yang masih bertanya-tanya tentang kapan batas waktu mandi wajib atau junub saat puasa Ramadhan.

Pertanyaannya, mandi wajib setelah imsak, apakah puasa tetap sah?

Mandi wajib junub merupakan mandi yang dilakukan untuk menghilangkan hadas besar dari tubuh.

Mandi ini wajib dilakukan jika seseorang baru saja melakukan aktivitas junub.

Yang dimaksud dengan kondisi junub adalah saat keluarnya air mani dari alat kelamin.

Dalam HR Muslim dijelaskan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, wajib hukumnya mandi karena keluarnya air mani.

Dalam hadis juga dijelaskan bahwa mandi junub wajib dilakukan saat air mani keluar dalam kondisi apa pun, sengaja atau tidak disengaja; terjaga atau tertidur; hingga disertai syahwat atau tidak.

Batas waktu mandi junub saat puasa Ramadhan

Ibadah puasa dimulai setelah terbit fajar di ufuk timur atau bertepatan dengan berkumandangnya azan Subuh.

Setelah waktu itu, umat Muslim harus menahan lapar dan hawa nafsu hingga matahari tenggelam yang ditandai dengan azan Magrib.

Bacaan Niat Mandi Wajib Usai Keluar Air Mani

Niat, Doa, dan Tata Cara Mandi Junub sebelum Puasa Ramadhan

Namun, tak sedikit orang dalam kondisi junub yang melewatkan mandi wajib meski sudah imsak dan azan Subuh telah berkumandang.

Pertanyaannya, jika mandi wajib dilakukan setelah imsak, apakah puasa sah?

Ketua PBNU KH Ahmad Fahrur Rozi atau yang akrab disapa Gus Fahrur mengatakan bahwa puasa tetap sah meski dalam keadaan junub.

Meski tetap sah, ia tetap menyarankan umat Muslim untuk mandi junub sebelum waktu salat Subuh.

“Puasa sah ketika dalam keadaan junub. Tapi lebih baik [mandi junub] menjelang salat Subuh,” ujar Gus Fahrur pada CNNIndonesia.com, Senin (18/3).

Baca Juga:   INILAH Niat dan Tata Cara Sholat Dhuha Lengkap Tuntunan, Doa hingga Keutamaannya

Hal yang sama juga diulas dalam NU Online. Merujuk hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Aisyah pernah bercerita bahwa Rasulullah SAW pernah berada masih dalam keadaan junub di pagi hari. Setelah itu, Rasulullah menjalankan ibadah puasa.

“Dari Aisyah Ra dan Ummu Salamah Ra, Nabi Muhammad SAW pernah pagi hari dalam kondisi junub karena jimak, kemudian beliau mandi, dan terus berpuasa.”

Dengan demikian, pada dasarnya tak ada batasan waktu mandi junub saat berpuasa.

Namun demikian, sebagaimana yang disampaikan Gus Fahrur, Anda dianjurkan untuk menyegerakan mandi wajib sebelum azan Subuh berkumandang.

Hal ini dilakukan agar umat Muslim dapat melakukan salat wajib supaya ibadah puasa semakin sempurna.

Tata cara mandi junub

Mandi junub juga tak bisa dilakukan secara asal-asalan. Berikut tata cara mandi junub.

Mandi junub diawali dengan bacaan niat. Berikut bacaan niat mandi junub:

Nawaitul-ghusla lirafil ḫadatsil-akbari minal-jinâbati fardlan lillâhi ta’ala

Artinya:

“Saya berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari janabah, fardu karena Allah ta’ala.”

Setelah membaca niat, umat Muslim selanjutnya mulai melakukan mandi junub. Berikut langkah-langkah mandi junub:

  • Membasuh tangan tiga kali
  • Membersihkan kotoran atau najis yang menempel di badan, utamanya pada organ intim
  • Berwudu
  • Mengguyur kepala tiga kali
  • Mengguyur badan sebelah kanan dan kiri sebanyak tiga kali (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *