QUARTAL.ID – Musibah kebakaran yang melanda SMP Negeri 5 Samarinda meninggalkan bekas luka pada bangunan sekolah. Proses belajar mengajar pun sempat terhenti akibat kerusakan yang ditimbulkan.
Namun, semangat para siswa dan tenaga pengajar tak kunjung padam. Sejak beberapa pekan terakhir, mereka telah beradaptasi dengan kondisi baru, yakni belajar di bawah tenda yang didirikan di halaman sekolah.
Sabar dan Semangat di Masa Sulit
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sani bin Husain mengimbau semua pihak untuk bersabar dalam menghadapi situasi ini.
“Sabar dulu-lah, kita ini bukan pesulap. Karena ini terkait keuangan daerah, kan sudah jelas walikota akan membantu pembangunan gedung itu, tidak bisa serta merta tiba-tiba ada gitu, jadi kita perlu sabar,” tuturnya.
Sani menekankan bahwa pembangunan sekolah membutuhkan proses dan perencanaan yang matang.
“Yang penting para siswa tidak mengalami kepanasan. Ada tenda itu bagus aja, jangan liat tendanya, karena itu kondisi darurat. Jadi itu dipandang sebagai kondisi darurat, karena bagus ada tenda jadi tidak kepanasan,” ucapnya.
Solusi Terbaik dan Semangat Gotong Royong
Lebih lanjut, Sani mengungkapkan bahwa pembangunan tenda merupakan solusi terbaik untuk saat ini, daripada memindahkan proses belajar mengajar ke sekolah lain yang berpotensi menimbulkan masalah baru.
“Itu sudah solusi terbaik, karena jangan sampai masalah di SMP Negeri 5 ini pindah ke sekolah lain,” pungkasnya.
Semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat juga terlihat dalam membantu proses belajar mengajar di bawah tenda.
Kisah inspiratif ini menunjukkan ketangguhan dan semangat pantang menyerah para siswa dan tenaga pengajar SMP Negeri 5 Samarinda dalam menghadapi situasi yang tak terduga.
“Mari kita doakan agar pembangunan sekolah segera terwujud dan proses belajar mengajar dapat kembali normal,” kata Sani. (*/wil/adv)












