Samarinda

Pedagang BBM Pertamini di Samarinda tak Punya 3 Perizinan, Walikota Andi Harun Tetap Berikan Peluang

×

Pedagang BBM Pertamini di Samarinda tak Punya 3 Perizinan, Walikota Andi Harun Tetap Berikan Peluang

Sebarkan artikel ini
Pedagang BBM eceran temui Walikota Samarinda, Andi Harun. Intinya mereka meminta kepada Walikota Andi Harun mempermudah dalam pembuatan izin usaha kepada para pedagang sembako tetap bisa berjualan minyak eceran di tengah sulitnya persaingan usaha. (Instragram @pemkot.samarinda)

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Sejumlah pengusaha Pertamini, penjual BBM eceran di Kota Samarinda temui Walikota Andi Harun pada Senin 27 Mei 2024. 

Mereka yang mengatasnamakan Persatuan Pedagang Sembako dan Minyak (P2SM) Samarinda membahas soal nasib kegiatan perdagangan BBM eceran di Kota Samarinda. 

Dikutip Titiknol.id dari instagram @pemkot.samarinda, dalam pertemuan ini P2SM membahas tentang Peraturan Walikota Nomor 500.2.1/184/IV/2024 yang berisi larangan bahan bakar minyak eceran, seperti Pertamini dan usaha sejenisnya tanpa memiliki izin di wilayah Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Intinya mereka meminta kepada Walikota Andi Harun mempermudah dalam pembuatan izin usaha kepada para pedagang sembako tetap bisa berjualan minyak eceran di tengah sulitnya persaingan usaha.

Mengenai hal ini, Walikota Andi Harun memberi respons. Disebutkan SK tersebut memang tak mutlak melarang pendistribusian BBM eceran, asalkan pedagang memenuhi perizinannya.

Pedagang Pertamini Samarinda Temui Walikota Andi Harun, Meminta Nasib Izin 

“Ada tiga kategori perizinan yang harus dipenuhi,” tegas Walikota Samarinda, Andi Harun.

Inti dari ini semua, perizinan itu semua bermuara pada BPH Migas atau Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi. 

“Bagi pelaku usaha yang memiliki tiga jenis perizinan itu, maka akan tetap dapat berlanjut,” tutur Walikota Andi Harun. 

Tetapi ada solusi yang ditawarkan Walikota Andi Harun soal aktivitas penjualan Pertamini di Kota Samarinda. 

Walikota Samarinda, Andi Harun tegaskan, setiap pedagang eceran yang tidak memiliki 3 perizinan tentu saja Pemkot Samarinda tetap akomodir. 

Yakni caranya kasih peluang tenggat waktu untuk mengurus pemenuhan perizinan.

“Nanti setelah batas sosialisasi ada, baru ada penertibannya,” ujar Walikota Andi Harun. 

Rencana Bersurat kepada Pusat

Semua hal ini, kata Andi Harun, Pemkot Samarinda sebenarnya tidak bisa berbuat banyak karena perizinan itu semua berpangku pada tingkat pusat, Pemkot Samarinda tidak memiliki kewenangan penuh. 

Baca Juga:   Wali Kota Andi Harun Resmi Pimpin IPSI Kaltim hingga 2026

Oleh sebab itu, upaya Pemkot Samarinda tidak menutup kemungkinan akan bersurat ke Pemerintah Pusat untuk memberikan saran agar aturan tersebut bisa disederhanakan lagi.

Tentu saja kata Walikota Andi Harun, dengan tujuan agar masyarakat Samarinda memiliki izin dan tetap bisa menjalankan usaha minyak eceran, Pertamini di Samarinda. 

“Saya mengerti betul keadaan dan sulitnya para pedagang sembako saat ini, tetapi hukum tertinggi di Indonesia adalah keselamatan masyarakat,” tegas Walikota Samarinda, Andi Harun.

“Bila saya tidak mengeluarkan aturan tersebut maka saya akan diberikan sanksi oleh Pemerintah Pusat,” beber Walikota Andi Harun lagi. 

(*)