News google
Balikpapan

Memecah Kebuntuan Air Bersih di Penyangga IKN Nusantara, Andalkan Sungai Mahakam Alur Kukar-Penajam

×

Memecah Kebuntuan Air Bersih di Penyangga IKN Nusantara, Andalkan Sungai Mahakam Alur Kukar-Penajam

Sebarkan artikel ini
AIR BERSIH BALIKPAPAN - Ilustrasi peresmian Program Hibah Air Minum Perkotaaan APBN Tahun Anggaran 2022 di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Januari 2023. Bappeda Litbang Balikpapan mendorong, dalam membuat SPAM regional sebaiknya masuk dalam kategori proyek strategis nasional agar pemenuhan air bersih di Balikpapan bisa diwujudkan secara maksimal. (HO/Bappeda Litbang Balikpapan)

Hingga kini Kota Balikpapan masih kekurangan air bahan baku sebagai modal pengolahan air bersih PDAM. Angka kekurangannya mencapai 900 liter per detik. 

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Ibu Kota Nusantara telah hadir di Kalimantan Timur dan Kota Balikpapan sebagai daerah penyangga masih membutuhkan peningkatan kualitas satu di antaranya soal pemenuhan kebutuhan air bersih. 

Saat ini Kota Balikpapan bisa dikatakan masih mengalami krisis air bersih dari PDAM. Sebagian masyarakat masih ada yang belum terjamah dengan konsumsi air bersih PDAM. 

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bappeda Litbang Balikpapan, Murni saat ditemui pada Minggu (2/6/2024) di Balikpapan yang dikutip Titiknol.id.  

Dia beberkan, hingga kini Kota Balikpapan masih kekurangan air bahan baku sebagai modal pengolahan air bersih PDAM. Angka kekurangannya mencapai 900 liter per detik. 

Karena itu, tegas Murni, Pemkot Balikpapan berupaya mempersembahkan Sistem Pengolahan Air Minum atau SPAM namun langkah ini dianggap sebagai jalan keluar yang membutuhkan waktu jangka panjang, tidak bisa segera diwujudkan dalam waktu dekat ini. 

“Dengan adanya SPAM Regional kita bisa atasi bahan baku air bersih di Balikpapan. Kekurangan 900 liter per detik bisa teratasi,” ujar Murni.  

Secara teknis, SPAM ini nantinya mengambil air bahan baku dari Sungai Mahakam. Nanti dibuat dengan alur yang terkoneksi antar Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Investasi SPAM ini bisa dibilang bukan barang murah, butuh biaya yang tinggi dan harus melewati prosedur panjang dan temui tantangan kerumitan yang tidak sederhana.  

Sebagai gambaran, membangun SPAM regional jika dilakukan tahun 2025, itu baru pembuatan DED, detail engineering design saja.

Kemudian masuk pada tahun 2026 mulai pengerjaan fisiknya. Jadi bisa disimpulkan tahun 2027 kemungkinan SPAM sudah mulai beroperasi.

Baca Juga:   TERUNGKAP Peran 2 Tersangka Dugaan Korupsi DID Kota Balikpapan yang Libatkan Eks Kadis PU

“Pipanisasi dari SPAM regional ke Waduk Manggar Balikpapan saja butuh Rp4 triliun. Ini untuk pengadaan pipa saat belum ada jalan tol Tol Balikpapan Samarinda. Butuh pipa sepanjang 110 kilometer. Belum lagi pembebasan lahannya,” urai Murni. 

Pihaknya pun mendorong, dalam membuat SPAM regional tersebut sebaiknya masuk dalam kategori proyek strategis nasional.

Meningat proyek ini dianggap opsi paling potensial. Dengan harapan dalam jangka waktu dua sampai lima tahun ke depan, diprediksi Kota Balikpapan sudah bisa ‘swasembada’ air bersih, tidak lagi ‘kering’ air bersih.  

Sebab kata Murni, air bagian dari kebutuhan pokok yang harus dipenuhi di setiap perkotaan dimanapun. Ketersediaan air bersih jadi satu bagian faktor penentu kemajuan sebuah kota. 

Jika kota tersebut krisis air bersih pastinya tidak akan banyak dilirik, efeknya kota menjadi sepi, tidak berkembang dinamis layaknya kota mati. 

“Kalau airnya saja tidak ada, dilihat investor jelas tidak mau datang kesini. Kita mendorong adanya pemanfaatan Sungai Mahakam untuk pasokan air bakunya,” tegas Murni. (*)